RADARJOGJA.CO.ID-Polisi belum berpikir untuk menjadikan tersangka Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Magelang Antha dan salah satu koordinator Gerakan Pribumi Berdaulat Magelang Raya (GPBMR) Anang Imamuddin. Padahal Senin (19/12) lalu, keduanya telah diperiksa selama lebih dari lima jam di Mapolres Magelang, Jalan Sukarno-Hatta, Kota Mungkid. Polisi cukup berhati-hati menangani kasus ini.

“Kepolisian tidak berpikir untuk menjadikan tersangka,” kata Kapolres Magelang AKBP Hindarsono.

Ketua FPI Dipanggil Polisi

Pria yang pada tahun 2010 menjabat Wakapolres Magelang tersebut menegaskan tidak akan memberi ampun jika yang bersangkutan masih melakukan perbuatan yang memicu perpecahan masyarakat. Termasuk perbuatan melawan hukum.

“Peringatan ini juga berlaku bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.

Janggal, Pemanggilan Aktifis “Belanja di Toko Pribumi”

Dijelaskan sebelumnya, pemeriksaan kedua aktifis tersebut sebagai langkah antisipatif. Karena isi spanduk yang dipasang cukup provokatif. Masyarakat bisa resah.

“Kami turunkan spanduk atau banner itu karena mengandung unsur provokatif yang dapat menimbulkan keresahan bagi masyarakat,” jelasnya.

Muncul Spanduk Ajakan Belanja di Toko Pribumi Dicopoti Polisi