RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ menegaskan bahwa semua anak berhak mendapatkan pelayanan pendidikan. Demikian halnya dengan sepuluh tersangka kasus klithih yang terjadi belum lama ini.

“Kalau sudah bebas, maka kami akan bantu melayani pendidikan bagi mereka, baik itu di sekolah maupun nonformal. Karena semua anak berhak mendapatkan pelayanan pendidikan,” ujar Kepala Disdikpora DIJ Kadarmanta Baskara Aji, kemarin (19/12).

Dia menegaskan, penanganan oleh penegak hukum prosesnya akan tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Sedangkan pemberian sanksi administrasi, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan sekolah terkait.

Ditegaskan, pihak sekolah tetap harus memberikan sanksi sesuai dengan tata tertib sekolah. Dewan guru bersama kepala sekolah dan kalau perlu melibatkan Komite Sekolah berkoordinasi untuk memberikan sanksi. “Kalau dari hitungan poin sudah cukup untuk mengeluarkan,” ujarnya.

Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan, meski tersangka masih di bawah umur, proses peradilan tetap harus dijalankan. Namun dengan batasan-batasan, antara lain adanya pendampingan dan saat penahanan harus dipisah, atau tidak boleh dicampur dengan dewasa.

“Selain itu prosesnya juga harus dipercepat 15 hari segera dikirim berkasnya, supaya cepat dan tidak berlarut-larut,” ujarnya.