RADARJOGJA.CO.ID – Kondisi sejumlah ruang kelas di SDN IV Wonosari rusak termakan usia. Ini sudah berlangsung tiga tahun dan belum ada perbaikan. Menilik lokasi sekolah tersebut, ternyata di jantung kota Wonosari.

Bangunan dengan kondisi tak layak pakai adalah ruang kelas II, III dan IV. Sekat pembatas antarkelas hanya berdinding triplek sudah jebol. Demikian juga sejumlah pintu terlihat berlobang. Kerangka bangunan di ruangan kelas kondisinya memprihatikan dan berpotensi membahayakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul mengungkapkan, tidak hanya satu kali tim dari bidang perecanaan yang melakukan kroscek.

“Hasil kroscek dinyatakan, kondisi bangunan kelas harus diperbaiki,” kata Kepala SDN IV Wonosari Eko Pramono, Senin (19/12).

Eko menambahkan, pihaknya sempat mendapat kabar baik, tak lama lagi akan dilakukan upaya perbaikan, tepatnya tahun ini. Hanya, harapan tinggal harapan. Sekarang sudah memasuki akhir tahun. Artinya, tidak mungkin pengerjaan rehab bangunan dikerjakan sekarang.

“Komunikasi terakhir kami dengan dinas ya waktu itu, ketika dilakukan kroscek. Mungkin diperbaiki tahun depan. Kalau sekarang jelas tidak mungkin,” ujarnya.

Sekolahnya ini berdiri sejak 1975. Saat ini jumlah siswa siswinya mencapai 140 anak. “Sebisa mungkin, kami usahakan proses kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Namun ya, begini keadaannya,” terangnya.

Menurut Eko, terakhir kali sekolahnya mendapatkan program perbaikan fisik pada 2006 atau pascagempa bumi. Waktu itu, tidak dibongkar total, melainkan hanya dilakukan perbaikan untuk bangunan terpantau rusak. “Kami berharap, kerusakan ruangan kelas ini dapat segera diperbaiki agar anak dididik dan guru dapat beraktivitas dengan normal,” ucapnya.

Kabid Perencanaan Disdikpora Sulistyo mengatakan, perbaikan fisik lembaga pendidikan tahun ini sudah selesai 100 persen. Hanya, khusus di SD IV Wonosari belum diperbaiki.

“Kami tunda (perbaikannya). SD IV belum memenuhi standar sekolah nasional, karena halamannya sempit,” kata Sulistyo.

Ia menambahkan, perbaikan dilakukan tahun depan. Tidak hanya diperbaiki sepotong-sepotong, namun keseluruhan bangunan dibongkar. Sesuai rencana, bangunan tersebut akan digeser ke belakang. “Sudah kami anggarkan tahun depan,” ujarnya. (gun/hes)