RADARJOGJA.CO.ID-Angin kencang yang terjadi di Jogjakarta dan sekitarnya ternyata berpeluang masih akan terjadi. Angin kencang yang telah merenggut seorang korban karena tertimpa baliho pemilihan wali kota (Pilwali) Jogja tersebut masih akan terjadi selama tiga hari ke depan.

Koordinator Stasiun Klimatologi BMKG DIJ Joko Budiyono mengatakan, potensi angin kencang masih akan muncul hingga dua tiga hari ke depan.Dengan maksimal 20 hingga 25 knot. “Jadi masyarakat harus waspada,”imbaunya.

Dikatakan, angin kencang beberapa hari terakhir disebabkan adanya tekanan udara berskala rendah di Samudera Hindia dan Pesisir Jawa. Namun, jika gangguan tersebut sudah normal, hujan akan kembali seperti semula. Karena saat ini masih masuk musim penghujan. Puncaknya sekitar Februari 2017.

“Warga yang memiliki pohon-pohon tinggi lebih baik dipangkas. Baliho dan atap rumah yang rapuh diperbaiki segera,” pinta Joko dalam upaya meminimalisasi dampak angin kencang.

Kepala Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Krido Suprayitno menjelaskan, di daerah perkotaan ancamannya lebih tinggi. Karena tak hanya pohon yang rentan roboh kena angin kencang. Baliho juga jadi ancaman. Saya sudah peringatkan itu sejak kawasan Umbulharjo dilanda angin beberapa waktu lalu,” ungkap.

Lebih dari itu, Krido meminta warga Kota Jogja meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, sebagian besar baliho adalah milik perseorangan. Apalagi, banyak baliho yang dipasang dengan alat seadanya, seperti bambu dan kawat. (dya/eri)