RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja Imam Priyono-Achmad Fadli berjanji akan melakuan pendampingan bagi kaum-kaum marjinal dan difabel. Termasuk menolak penggusuran bagi pedagang kecil.

Menuurut Achmad Fadli, pedagang sudah menjadi bagian dari wisata Jogja. Bila ia dipercaya mengemban amanah di pemerintahan kota Jogja, tidak akan ada penggusuran bagi pedagang.

“Tidak perlu ada gusur-menggusur. Yang kurang rapi dan bersih hanya perlu ditata dan pedagang tetap bisa berjualan, sehingga tidak kehilangan mata pencarian,” jelas Fadli saat menerima dukungan dari Paguyuban Pedagang Lembayung Senja Pasar Sore di Rumah Aspirasi kemarin (20/12).

Paguyuban Pedagang Lembayung Senja Pasar Sore merupakan komunitas pedagang di selatan Pasar Beringharjo hingga Titik Nol. Selama ini, para pedagang sebagian besar tidak memiliki tempat berjualan menetap.

Sementara itu, Imam Priyono dalam kesempatan itu menyampaikan program yang diusung mengenai pendampingan bagi masyarakat miskin, marjinal, terpinggirkan, serta berkebutuhan khusus. Menurutnya, setiap orang bisa berbagi manfaat. Termasuk para pedagang yang telah melayani calon pembeli di Jogja.

Wong cilik tidak boleh berkecil hati. Kita harus bersinergi dan doakan kami mampu memajukan Jogja bila terpilih,” jelasnya.

Menurut dia, setiap individu mampu membangun sikap optimisme. Dari sikap itu akan memunculkan semangat positif sehingga bisa menebar kebaikan kepada orang lain. “Kami tentu berterima kasih atas suara yang dipercayakan kepada kami,” tandasnya.

Sementara Ketua Paguyuban Pedagang Lembayung Senja Pasar Sore Jamaludin Malik mengaku, dukungan yang diberikannya berdasarkan sepak terjang pasangan Imam-Fadli. Dia menilai, selama ini kedua pasangan tidak pernah menjaga jarak dengan warga miskin. (bhn/laz/ong)