RADARJOGJA.CO.ID-Langkah PSS Sleman untuk menjadi juara Indonesian Soccer Championship (ISC)-B tinggal menghadapi satu laga versus PSCS Cilacap di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Kamis (22/12). Ada fakta menarik jika Super Elja, julukan PSS Sleman, mampu merengkuh gelar juara kompetisi kasta kedua ini.

Salah satunya, Super Elja membuktikan jika mereka selalu menyeriusi kompetisi. Apalagi, juara Divisi Utama bukanlah yang pertama kali. Tahun 2013 silam, saat PSSI mengalami dualisme, dan kompetisi ikut terpecah menjadi dua, Laskar Sembada, julukan lain PSS, juga mampu menjadi yang terbaik. Laskar Sembada berhasil mempersembahkan Juara Divisi Utama Indonesian Primier League (IPL).

Tapi, gelar juara tersebut tak diganjar tiket promosi. PSS Sleman pun di kompetisi 2014, harus kembali mengarungi kasta kedua. PSSI yang kala itu dipimpin Djohar Afirin Husein dan La Nyala Mataliti sebagai Wakil Ketua Umum, hanya memberikan tiket promosi ke Divisi Utama Indonesian Super League (ISL).

Dikompetisi selanjutnya, PSS malah bernasib sial. Laju mereka untuk menembus kasta tertinggi gagal total. Ini setelah di babak perdelapan besar, PSS harus tercoreng kejadian memalukan saat menghadapi PSIS Semarang. Skuad Super Elja tercoreng dengan sepakbola gajah. PSS pun harus merelakan didiskualifikasi di babak delapan besar.

Kini, setelah kompetisi sempat terhenti akibat sanksi dari FIFA, PSS mulai menapaki lagi tangga menuju kasta tertinggi. Meski sejak awal ISC-B tak memberikan garansi bagi juara bisa promosi. Tapi, PSS Sleman tetap bermain ngotot sepanjang kompetisi. Loyalitas supporter PSS BCS dan Slemania pun telah teruji.

PSS pun pantas menyandang sebagai tim paling fair play. Meski, tanpa tiket promosi, mereka tetap bertempur untuk memperebutkan gelar juara tanpa promosi. Ayo PSS!!! (eri/dem)