RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Jelang Natal dan Tahun Baru, tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIJ melakukan pemantauan harga di pasar tradisional Kulonprogo kemarin. Fluktuasi harga terjadi beberapa hari ke depan.

Harga bahan-bahan pokok di Pasar Wates masih stabil. Barang masih mengikuti perkembangan pasar. Kenaikan terjadi dalam sepekan terakhir, namun tidak signifikan.

Kenaikan harga terjadi pada telur ayam broiler, dari Rp 17 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilogram. Daging ayam dari Rp 28 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Kenaikan tertinggi saat akhir tahun berkisar 10-15 persen.

“Tidak ada stock buying skala besar sehingga harganya stabil. Hanya beberapa jenis bahan pokok saja yang naik (telur dan daging). Yang lain stabil,” kata Kepala Biro Administrasi Perekonomian DIJ Sugeng Purwanta di Pasar Wates.

Harga beras stabil, jenis IR2 Rp 8 ribu per kilogram, gula pasir Rp 13 ribu per kilogram, bawang merah Rp 25 ribu-Rp 30 ribu per kilogram, bawang putih Rp 34 ribu-Rp 38 ribu per kilogram.

Asisten II Sekda Kulonprogo Triyono berharap stabilitas harga bahan pokok bisa terjaga pada Natal dan Tahun Baru. Sehingga masyarakat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya.

“Bisa dilihat sendiri, permintaan dan pasokan barang tidak bermasalah. Harga juga stabil, semoga bisa bertahan sampai tahun baru,” kata Triyono.

Harga cabai mengalami penurunan, yakni cabai merah biasa dan cabe merah keriting turun harga dari Rp 50 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Cabai hijau Rp 50 ribu per kilogram dan cabai rawit merah Rp 60 ribu per kilogram.

Sugeng menyatakan, pemerintah berharap stabilitas harga bahan pokok terjaga selama sampai akhir tahun. Para pedagang juga memiliki harapan sama, karena dengan harga stabil pembelinya juga tetap ada.

“Kemungkinan perubahan harga beberapa hari ke depan bisa jadi. Kami (TPID) akan terus melakukan pemantauan. Jika harga dinilai sudah kelewat tinggi, tentu akan tarik kebijakan pengendalian harga. Semisal operasi pasar secara gabungan,” kata Sugeng. (tom/iwa/mar)

[ad id=”38646″]