RADARJOGJA.CO.ID-Ada saja kelaukan seorang residivis narkoba demi meraup keuntungan. Seperti yang dilakukan FR, 42, yang sudah memiliki asam garam di dunia haram tersebut.

Ia dengan cerdik bisa membuat Pil Inex palsu. Pil tersebut dibuat dari pelet. Kemudian, ia edarkan pil yang kandungannya narkobanya sudah berkurang itu di kalangan pelajar.

Itu merupakan salah satu kasusnya di 2011. Selang lima tahun, FR kembali berbuat ulah. Ia mengelebui petugas Satuan Reskoba Polresta Jogja dengan vapor berbahan sabu.

Kasat Reskoba Polresta Jogja Kompol Sugeng Riyadi

dari tangan FR, aparat mendapatkan sejumlah barang bukti satu buah bong, pipet kaca, selang plastic, dan sebuah botol kaca bertuliskan dasilfa isi cairan vapor.

Di rumah FR polisi juga mendapati botol-botol beserta cairan garam, methanol, pewangi, dan alkohol. “Bahan kimia ini kami duga digunakan untuk meracik cairan vapor,” beber pria berkumis ini.

Bagi anggota Reskoba, FR bukanlah sosok asing. Tercatat, sudah tiga kali FR keluar masuk penjara karena persoalan narkoba. Di 2011, FR diringkus karena kedapan mengedarkan inex dan membuat inex palsu yang diedarkan untuk pelajar. Setahun kemudian, residivis kambuhan itu tertangkap lagi dengan tuduhan membuat sabu. “Saat kami interogasi, alasannya menyukseskan program pemerintah karena menjual inex dan sabu abal-abal,” ungkap Sugeng sambil terkekeh.

Kapolresta Jogja Kombes Pol Tommy Wibisono mengatakan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, para tersangka harus mendekam di sel prodeo. AM dan FR dijerat pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) huruf a, UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Keduanya terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 8 miliar. (bhn/eri)