RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA– Angin kencang yang mengakibatkan ambruknya baliho yang mengakibatkan korban jiwa patut menjadi bahan introspeksi semua pihak. Terutama soal pemeliharaan dan teknis perizinan pemasangan alat peraga promosi yang harus mempertimbangkan sisi keamanan terhadap potensi bencana.

“Di daerah perkotaan bukan hanya pohon yang rentan roboh kena angin kencang. Baliho juga jadi ancaman. Saya sudah peringatkan itu sejak kawasan Umbulharjo dilanda angin beberapa waktu lalu,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Krido Suprayitno kemarin (20/12).

Lebih dari itu, Krido meminta warga Kota Jogja meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, sebagian besar baliho adalah milik perseorangan. Apalagi, banyak baliho yang dipasang dengan alat seadanya, seperti bambu dan kawat.

Karena itu, Krido mewanti-wanti para pemilik baliho mandiri agar selalu mengecek kondisi secara rutin.

“Kalau keropos, ya, segera diperbaiki. Balihonya, kan tinggi-tinggi dan banyak. Ini demi meminimalisasi kerugian, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa,”ingatnya.