RADARJOGJA.CO.ID Fenomena baru ‘Om Telolet’ bagaimana anak-anak dengan membawa spanduk meminta agar para sopir bus malam membunyikan klaksonnya yang berbunyi unik.

Di beberapa daerah banyak anak-anak yang mendadak memburu bus-bus malam. Mereka rela berdiri di pinggir jalan untuk meminta si sopir bus membunyikan klaksonya. Hal ini tentu sangat membahayakan bagi keselamatan anak-anak, karena beramai-ramai berdiri di pinggir jalan dengan membawa spanduk.

Nizar Zahro, Anggota Komisi V DPR meminta Polda di daerah segera memberikan imbauan dan peraturan bagi anak-akan tersebut. Pasalnya mereka ada yang sampai masuk ke jalan tol hanya untuk meminta sopir bus membunyikan klakson.

“Kita memohon kepada Polda agar memasang spanduk larangan terhadap anak-anak (soal om telolet) karena itu membahayakan keselamatan,” ujar Nizar kepada JawaPos.com, Rabu (21/12).

Ini Asal Mula Fenomena “Om Telolet”?

Disisi lain para sopir bus juga disarankan jangan lagi membunyikan klakson sehingga menarik perhatian anak-anak.

Berdasarkan Undang-Undang 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, klakson fungsinya hanya untuk peringatan, bukan untuk dipermainkan.

“Jadi hanya peringatan agar kendaraan di depannya minggir,” katanya.

Sekadar informasi, saat ini si situs jejaring sosial dan jua Youtube dipenuhi dengan fenomena ‘Om Telolet’ bagaimana para anak-anak sambil merekam menggunakan hand phone meminta agar sopir bus malam membunyikan klaksonnya. (cr2/JPG/Jawapos.com/ong)