RADARJOGJA.CO.ID- KULONPROGO – Pelanggan PLN di Pedukuhan Beji, Kelurahan Wates, Kulonprogo mengeluhkan pelayanan PLN Wates. Sebab, dua bulan terakhir listrik byar-pet (nyala-padam). Kondisi itu merugikan warga, kegiatan ekonomi terganggu.

“Beberapa kali listrik padam dalam waktu lama. Selama November-Desember 13 kali listrik padam. Sehari lebih dari sekali. Kami catat itu, dan ada datanya lengkap,” kata Ketua RT 3 Pedukuhan Beji, Apriyanto kemarin.

Apriyanto mengatakan warga bosan mengadukan ke call center 123 PLN. Tidak pernah ada tanggapan dan tindak lanjut yang memuaskan.

Setiap kali keluhan disampaikan, jawabnya PLN juga senang kalau listrik tidak mati. “Harapan kami ada perbaikan pelayanan dari PLN,” kata Apriyanto.

Warga lain, Sugeng mengatakan listrik padam saat jam-jam sibuk. Apalagi pemadaman tanpa pemberitahuan. Listrik mati anak-anak repot belajar. Belum lagi bagi pelaku usaha mikro kecil yang bergantung pada listrik.

“Kalau listrik mati ya tidak bisa kerja. Barang-barang elektronik pasti cepat rusak,” kata Sugeng.

Kastono, warga lain, mengatakan listrik sering padam membuat ayam pedagingnya stres. Apalagi pasokan listrik tidak sekadar untuk penerangan, tetapi juga menghangatkan ayam.

“Ayam saya bisa mati karena kalau stres tidak mau makan. Produksi ayam tidak maksimal dan menyebabkan kerugian,” ujar Kastono.

Selama ini PLN hanya menyalahkan cuaca. Tidak mencari solusi atau upaya penangaan yang serius atas kondisi yang ada di lapangan.

“Hujan dan angin selalu dijadikan alasan. Mengapa PLN tidak mau menemui warga dan memilih menyerahkan pada pihak ketiga,” katanya.

Supervisor Administrasi dan Pelayanan Pelanggan PLN Rayon Wates Suryanto pengatakan memang ada gangguan listrik sepuluh hari terakhir. Tidak lepas dari kondisi cuaca angin dan hujan.

“Itu yang menyebabkan banyak gangguan listrik hingga mengakibatkan padam. Saya mengapresiasi dan berterimakasih dengan warga atas masukannya,” katanya. (tom/iwa/mar)

[ad id=”38646″]