RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Meski tim kampanye pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja sudah mengetahui kewajiban merawat dan memelihara alat peraga kampanye (APK), mereka tetap menyayangkan pemasangan yang asal-asalan. Termasuk APK berbentuk baliho di Terban yang jatuh Senin lalu (19/12).

Ketua Tim Pemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut satu Imam Priyono dan Achmad Fadli, Danang Rudiyatmoko mengatakan, sebelum jatuhnya baliho di Terban belum pernah ada peringatan dari KPU Kota Jogja. Baik berupa surat, SMS, WhatsApp maupun media lainnya mengenai kondisi baliho.

“Kami tidak pernah diberitahu kondisinya di sana, kami bisa buktikan itu,” ujarnya ketika dihubungi, kemarin (21/12).

Terkait hal itu, hari ini (22/12) pihaknya akan mengklarifikasi langsung ke KPU Kota Jogja. Menurut Danang, untuk baliho di Terban sebenarnya pihaknya sudah mengajukan keberatan ke KPU terkait lokasi pemasangan. Danang menyebut pihaknya meminta dipasang lebih ke timur. “Saat itu memang keberatan hanya secara lisan,” ujarnya.

Danang mengatakan, pada prinsipnya pihaknya tidak ingin saling menyalahkan terkait hal itu. Paslon IP-Fadli dan tim kampanye sudah bertemu keluarga korban. “Kalau kami harapannya tentu ada evaluasi bersama supaya kejadian serupa tidak terulang,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Divisi Advokasi dan Logistik Tim Pemenangan Paslon Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi, M. Ali Fahmi mengatakan, untuk baliho di Terban, pihaknya mengaku pernah menerima surat dari KPU Kota Jogja yang mengabarkan kondisi baliho sudah miring.