RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Masuknya salak dari berbagai daerah ke Sleman mengancam eksistensi salak pondoh. Salak Magelang, Banjar hingga Lumajang membanjiri pasar salak Sleman.

Ketua Asosiasi Petani Salak Prima Sembada Maryono tidak menyoal salak-salak tersebut masuk Sleman. Namun, tengkulak dan penjual justru menamai salak ini sebagai salak khas Sleman.

“Kebetulan masa panen di berbagai daerah bersamaan. Istilahnya titip jual di Sleman dan didistribusikan ke beberapa daerah. Sayangnya, salak-salak ini diklaim salak khas Sleman, padahal bukan,” kata Maryono kemarin.

Klaim tersebut merugikan petani salak Sleman. Harga salak luar daerah lebih murah. Padahal tekstur dan rasa beda jauh dengan salak pondoh Sleman.

Jika tidak ditangani, dia khawatir citra salak pondoh luntur. Upaya pencegahan telah dilakukan dengan mendatangi pengepul. Terutama pengepul salak yang mengambil salak dari Prima Sembada.