RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Kawasan Kotagede Jogja memang kaya dengan bangunan cagar budaya (BCB) yang potensial untuk dikembangkan menjadi objek wisata minat khusus. Namun, dalam pelestariannya belum dikelola secara terintegrasi.

Ada kesan instansi-instansi yang berwenang mengelola kawasan tersebut jalan sendiri-sendiri. Hal itu menjadi keluhan warga yang disampaikan kepada Calon Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) saat kampanye di RW 09, Kampung Alun-Alun Purbayan, Kotagede kemarin (21/12).

“Selama ini dinas tidak melibatkan pemilik bangunan cagar budaya, sehingga tidak sinkron,” ungkap HP menyitir keluhan warga.

Menanggapi persoalan itu, HP menilai, pembangunan kawasan cagar budaya Kotagede harus disesuaikan karakter khas bangunan di sana. Juga harus memperhatikan filosofi kawasan. Tanpa melihat kesesuaian kawasan, kata HP, karakteristik khas kawasan justru akan hilang. “Desain pembangunan di Kotagede ini, ya, harus sesuai karakter dan filosofi Kotagede. Jangan dipaksakan dari luar,” katanya.

Karakter itulah yang selama ini dinilai menjadi kekuatan Kotagede yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur tinggi. Bahkan, mampu menarik minat wisatawan asing maupun domestik.