RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Rencana pembangunan jalur kereta api (KA) menuju bandara baru di Temon ditolak sebagian warga Pedukuhan Sidorejo, Glagah. Mereka emoh lahannya dijadikan jalur KA.

Kepala Dishubkominfo Nugrogo mengatakan calon jalur KA bandara terintegrasi sudah disurvei. Alternatifnya, dari Stasiun Kedundang-Bandara berjarak 6,1 kilometer. Melewati sawah, bukan pemukiman.

“Kami upayakan jalur KA tak melewati pemukiman. Namun di Pedukuhan Sidorejo masih ada penolakan warga. Panjang lintasan tinggal 800 meter di persawahan utara Sidorejo. Tinggal itu saja yang belum selesai,” kata Nugrogo.

Kabid Angkutan Terminal dan Perparkiran, Dishubkominfo Joko Tri Hatmono mengatakan persoalan tersebut sudah dibahas. PT KAI diundang untuk berkoordinasi menyangkut kelanjutan proses tersebut.

“Ada rencana menggeser jalur ini, tinggal menunggu syarat teknis KAI. Kalau memungkinkan digeser ke utara,” kata Joko.

Humas PT KAI Daops VI Jogjakarta Eko Budiyanto mengatakan ada rencana survei ulang jalur KA bandara. Akan dilakukan setelah Natal dan tahun baru.

“Kami masih sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kewenangan jalur KA bandara menjadi ranah Kemenhub,” kata Eko.

Humas Wahana Tri Tunggal (WTT) Sidorejo menegaskan warga tetap menolak pembangunan bandara. Termasuk jalur KA ke bandara. “Semua kegiatan yang berkaitan dengan bandara kami tolak,” tegas David. (tom/iwa/mar)