RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Tahun ini, detasemen polisi militer (Denpom) IV/2 Jogjakarta mengamankan dua oknum anggota TNI yang terjerat narkoba. Mereka mendapat sanksi keras dari TNI.

Komandan Polisi Militer Kodam (Pomdam) IV/Diponegoro Kolonel Cpm Bambang Sumarsono menegaskan sanksinya dipecat dari kesatuan. Dua anggota tersebut kedapatan menggunakan narkoba.

Demikian dikatakan Bambang usai memimpin upacara sertijab Dandenpom IV/2 Jogjakarta di Madenpom Jalan Magelang, Sleman, kemarin. ‘’Narkoba sebagai musuh bersama,” tegas Bambang.

Bahkan, peredarannya sudah masif dan merambah ke TNI. ‘’Bila sanksi tegas tidak diterapkan, dikhawatirkan makin banyak prajurit menggunakan barang haram itu,” katanya.

Dibanding Denpom sejajaran Pomdam IV/Diponegoro, jumlah pelanggaran umum di wilayah Denpom IV/2 Jogjakarta paling minim. Namun bukan berarti penindakan pelanggaran personel TNI AD akan kendur.

Perwira dengan melati tiga di pundak ini menyebut meski minim, secara kualitas pelanggaran meningkat. Yang banyak ditemui terkait penyalahgunaan wewenang dalam jabatan.

“Kami ingin pejabat TNI semakin tertib administrasi sehingga nanti dapat terwujud opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” katanya.

Sertijab Dandenpom IV/2 Jogjakarta, Mayor Cpm Yudi Wahyudi menggantikan Letkol Cpm Moch Rizal. Selanjutnya pejabat lama menjabat Dandenpom Jaya/2 Cijantung Pomdam Jaya.

Yudi sebelum mengikuti sesko sekitar 7 bulan menjabat Wakil Dandenpom IV/2 Jogja. Danpomdam meminta pejabat baru menekan angka pelanggaran prajurit. (bhn/iwa/ong)