RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Jalan Raya Parangtritis diperkirakan masih menjadi kawasan rawan macet selama musim libur akhir 2016.

Untuk mengantisipasi kekacauan arus kendaraan, Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di beberapa ruas jalan menuju Pantai Parangtritis.

Sedikitnya 500 ribu wisatawan diprediksi bakal memadati jalanan Bantul hingga akhir tahun ini.

Kepala Dishub Suwito menyatakan, rekayasa lalu lintas yang diterapkan mirip seperti saat libur panjang Lebaran. Arus lalu lintas di salah satu jalur utama pariwisata ini didesain hanya dua arah.

Seluruh persimpangan jalan di sepanjang Jalan Parangtritis bakal ditutup. Kecuali simpang empat Ring Road Selatan Druwo. Dengan begitu, kendaraan dari arah timur tidak bisa langsung ke arah barat. Begitu pula sebaliknya. “Kendaraan dari timur belok ke selatan dulu baru putar balik. Sedangkan dari arah barat ke utara dulu,” jelasnya, Kamis (22/12).

Rekayasa lalu lintas untuk menyiasati kepadatan kendaraan di Jalan Parangtritis juga diberlakukan di wilayah Pundong. Kendaraan dari arah utara yang menuju ke Pantai Parangtritis bakal dibelokkan ke kiri melewati wilayah pedesaan Pundong. Lalu, masuk kembali Jalan Parangtritis melalui simpang tiga selatan Jembatan Kretek. Rekayasa ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya antrean kendaraan di atas Jembatan Kretek. “Wisatawan dari arah utara bisa ke Parangtritis melalui Siluk (Imogiri),” papar Suwito.

Bahkan, Dishub berencana menggeser tempat pemungutan retribusi (TPR) Pantai Parangtritis ke selatan. Suwito menekankan, rekayasa ini bersifat situasional. Rekayasa difungsikan bila kemacetan arus lalu lintas dinilai parah. “Kendaraan dari Parangtritis berputar melalui Pantai Depok kalau mau ea rah utara,” tambahnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul Bambang Legowo membenarkan adanya penggeseran TPR Pantai Parangtritis. Cara tersebut, menurutnya, pernah dilakukan beberapa tahun lalu. “Demi kelancaran semuanya kami juga menyiapkan 40 petugas di TPR,” ujarnya.

BL, sapaannya, memprediksi puncak kedatangan wisatawan terjadi saat malam pergantian tahun. Berlangsung hingga keesokan harinya. “Tanggal 2 sudah kembali normal,” tambahnya. (zam/yog/mar)