RADARJOGJA.CO.ID-Skuad PSS Sleman harus menelan pil pahit di partai puncak final ISC-B di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Kamis (22/12) malam. Busari dkk harus tunduk dari PSCS Cilacap 3-4, setelah berkejaran gol sejak babak pertama.

Kekalahan menyakitkan tersebut bakal menjadi pelajaran berharga Super Elja, julukan PSS, di kompetisi sesungguhnya tahun depan. Jika ritme tahun ini tetap terjaga, bukanlah sebuah keajaiban akhirnya tim kebanggaan publik Sleman tersebut bakal promosi ke kasta tertinggi.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro mengatakan, secara hasil di partai puncak ini tentu mengecewakan. Tapi, dengan melihat perjalanan anak asuhnya, lolos ke partai puncak merupakan sebuah kepuasaan. Terlebih, beberapa penggawa andalannya mengalami cidera.

“Target awal kami memang sampai final, dan sudah menjadi hasil terbaik. Kami syukuri dan akan ada evaluasi, kami kembalikan ke manajemen seperti apa,” ungkapnya.

Kepercayaan diri dan tidak mampu menjaga fokus sekecil apapun di partai krusial bisa menjadikan yang fatal. Dari pertandingan tersebut, koordinasi di lini belakang patut dievaluasi. PSS sempat menambah penyerang dengan memasukkan Chalwa di tengah pertandingan. Namun sisi kiri pertahanan PSS yang terus dieksplorasi pemain PSCS meninggalkan lubang.

“Semuanya saja sebenarnya, tidak hanya pemain belakang. Transisi juga harus diperbaiki lagi,” bebernya.

Bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya yang menguasai Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, PSS Sleman menyentak di menit pertama sejak peluit panjang dibunyikan. Baru semenit waktu berjalan, Dave Mustaine mencatatkan namanya di papan skor.

Sundulannya memanfaatkan tendangan bebas Mahadirga Lasut di sisi kanan pertahanan PSCS, meluncur deras ke gawang Ega Rizky Pramana. PSS memimpin 1-0.

Tertinggal, PSCS mencoba keluar menyerang. Menit ke tujuh, gol balasan PSCS tercipta lewat kaki Ugik Sugianto. Petaka bagi PSS datang di menit 32. Tembakan keras Ugik yang tak terjangkau Agung merobek gawang PSS. Laskar Nusakambangan berbalik unggul.

Gol penyama Super Elang Jawa baru lahir di menit 79 lewat sepakan Busari setelah menerbos barisan tengah pertahanan Laskar Nusakambangan. Sampai waktu normal berakhir skor 2-2. Pertandingan dilanjutkan ke babak extra-time.

PSS kembali tertinggal di menit 101, Haudi Abdillah mengubah skor setelah bola silangnya masuk ke gawang. Namun Tri Handoko yang masuk menggantikan Kito Chandra membawa PSS menyetarakan kedudukan di menit 106. Bola rebound yang mengenai mistar gawang berhasil dimaksimalkan untuk menjadi gol.

Said Nurul Aqsor yang masuk sebagai pemain pengganti membawa PSCS kembali memimpin 4-3. (riz/eri)