RADARJOGAJA.CO.ID – MAGELANG – Empat dari enam pemalak armada truk pasir di Jalan Soekarno- Hatta, Kota Magelang, berhasil dibekuk aparat Polres Magelang Kota. Dua orang lainnya masih diburu, mengingat aksi pemerasan yang dilakukan mereka dinilai cukup meresahkan pengemudi dan pengguna jalan saat malam hari.

Ke-4 pelaku yang semuanya warga Kota Magelang adalah Aulia Nur Rachman alias Mbomban 18, Yoga Krisyanto alias Tugi, 18, Wahyu Saputra alias Subuh, 22, dan Pandi Hermawan alias Kuncung, 28. Sementara dua yang buron yakni Aditya alias Bodong dan Fajar alias Ojang, 19.

Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo menjelaskan, komplotan pemalak ini sudah melakukan kejahatan serupa sebanyak 16 kali. Salah seorang korban, Sulipan, adalah sopir truk asal Demak yang diperas para pelaku saat kondisi jalan sudah sepi.

“Mbomban kami tangkap lebih dulu atas kasus pencurian ponsel. Dari pengembangannya, kami tangkap tiga pelaku curas, dua lainnya masih DPO,” jelas Kapolres yang belum genap sebulan menjabat ini.

Hari mengatakan, modus operandi yang dilakukan pelaku cukup nekat. Dalam aksinya, mereka tidak segan-segan mengacam akan melukai sopir truk pasir bila enggan menyerahkan barang berharga, terutama uang.

Saat beroperasi, para pelaku menutupi wajahnya dengan topeng badut. Sebilah parang dan tongkat listrik mereka gunakan untuk mengancam para calon korbannya. Mereka pun memaksa para sopir untuk menyerahkan uang.

Tiap pelaku memiliki peran berbeda. Tiga pelaku biasanya membuntuti truk korban dari pertigaan Hotel Trio, satu pelaku lainnya memberikan isyarat membunyikan klakson sepeda motor kepada para pelaku yang sudah menunggu di depan.

Para pelaku yang bersembunyi lantas melintangkan sepeda motor di tengah jalan hingga truk korban terhenti. “Pengakuan tersangka, mereka belum pernah melukai korban, hanya merusak truk bagian kaca. Dalam aksi terakhirnya, para pelaku memperoleh uang Rp 1,6 juta,” beber Kapolres.

Selain menangkap empat pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain dua parang sepanjang 50 cm dan 58 cm, sebuah alat setrum kombinasi tongkat senter, ponsel, topeng badut, dan topi.

“Mereka dijerat Pasal 368 KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama sembilan tahun penjara,” papar Hari.

Kapolres mengingatkan kepada para sopir truk dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Utamanya saat jalan gelap sepi dan berkendara seorang diri. “Kewaspadaan tidak hanya untuk pemerasan, tetapi juga aksi kriminal lainnya. Kami akan lebih mengintensifkan patroli agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” kata perwira menengah ini.

Salah seorang pelaku, Tugi, mengaku hasil dari aksi memalak para sopir truk untuk bersenang-senang. Pengangguran sekaligus residivis kasus pencurian ini sengaja menyasar truk pengangkut pasir Merapi, lantaran laju kendaraannya yang sangat pelan hingga sangat mudah dihentikan. “Biasanya untuk jajan dan mabuk,” ungkap Tugi. (cr2/laz/ong)

[ad id=”38971″]