RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih mengembangkan kawasan agrowisata. Sebanyak 6.000 pohon kelengkeng ditanam serentak. Sentra tanaman buah itu akan dijadikan magnet kunjungan wisata.

“Upaya ini tidak terlepas dari pengembangan kawasan Borobudur dan jalur Bedah Menoreh seiring bandara di Temon. Pedukuhan Soropadan bahkan sudah ada 4.000 pohon lagi yang akan ditanam,” kata Kades Tawangsari Sigit Susetyo kemarin.

Warga secara swadaya menanam sendiri. Bahkan sudah panen perdana beberapa waktu lalu. Hasilnya, banyak wisatawan datang dan ingin membeli kelengkeng produksi Kelompok Tani Kelengkeng Margi Raharjo.

“Warga menyambut baik rencana pengembangan agrowisata. Mereka sepakat menanam buah untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Sigit.

Pengunjung bisa bebas memetik sendiri buah yang diinginkan di sentra tanaman yang terhampar di Soropadan. ‘’Warga juga bisa mengelola parkir, sewa sepeda atau andong hingga membuat sentra usaha batik,” kata Sigit.

Kabid Holtikultura Dinas Pertanian Kulonprogo Eko Purwanto mengatakan pengembangan sektor pertanian harus disusun dalam sebuah kawasan. SHoropadan menjadi contoh, yakni dengan menanam beberapa jenis kelengkeng dan tanaman buah lain.

Kawasan buah-buahan juga sudah dikembangkan di Embung Banjaroya. Kalibawnag juga tengah mengembangkan tanaman kelengkeng dan durian. Kawasan ini mampu menghasilkan buah berkualitas.

“Kami bangga warga di sini sudah membentuk kawasan kelengkeng. Ini akan memudahkan dalam pengembangannya,” kata Eko. (tom/iwa/mar)