Tersangka Korupsi Dana Pembelian Lahan di Gunungkidul

RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Mantan Kepala Badan SAR (Basarnas) DIJ Waluyo Raharjo akhirnya ditahan terkait kasus korupsi pengadaan tanah pembangunan Pos Komando Penyelamatan di Gunungkidul senilai Rp 5,9 miliar. Tersangka ditahan di Rumah Tahanan Kelas II A Wirogunan, Jogja sejak Kamis (22/12).

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ Azwar mengatakan, penahan tersangka dimaksudkan untuk memudahkan proses hukum. Sepekan ke depan kejaksaan bakal menyelesaikan proses pemberkasan Waluyo

“Penahanan agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti, tidak mengulangi perbuatan dan tidak melarikan diri,” ungkap Azwar kemarin (23/12).

Dijelaskan, penyidik sedang mematangkan surat dakwaan Waluyo dan tersangka lainnya, Dias Ardiyanto, yang lebih dulu ditahan. Kejaksaan punya waktu 20 hari untuk merampungkan berita acara pemeriksaan (BAP). “Berkas akan dilimpahkan bersamaan. Kami menyiapkan lima jaksa untuk perkara ini,” ucapnya.

Kedua tersangka dijerat pasal 2 dan 3 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi karena dianggap telah melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri dan orang lain atau korporasi. Mereka diancam hukuman lebih dari lima tahun penjara.

Sebagaimana diketahui, keduanya diduga telah merugikan negara atas penggunaan dana pembelian lahan 6.000 meter persegi.

Dias merupakan calo tanah yang berjanji mengupayakan pengadaan lahan untuk pos komando penyelamatan itu.

Kepada Waluyo, Dias menjanjikan cash back sebesar Rp 1,5 miliar dari total dana Rp 5,9 miliar. “Namun yang baru dibayarkan oleh Dias kepada Waluyo sejumlah Rp 160 juta,” bebernya.

Pengacara Waluyo, Deddy Suadi SH menyayangkan penahanan kliennya. Deddy berdalih, selama pemeriksaan kliennya cukup kooperatif. “Bagaimanpun itu hak kejaksaan. Segera saja disidangkan supaya kami lekas memberi pembelaan,” ujarnya. (bhn/yog/ong)

[ad id=”38971″]