RADARJOGJA.CO.ID- JOGJA – Perayaan Natal 2016 digelar khidmat. Selain di gereja-gereja, perayaan malam Natal di Kota Jogja juga digelar di Kagungan Dalem Sasono Hinggil Dwi Abad, Keraton Jogja. Kegiatan yang digelar oleh Paroki Gereja Hati Kudus Paugeran itu karena kapasitas gereja yang tidak bisa menampung seluruh umat, terutama di Kecamatan Kraton.

Dalam perayaan Ekaristi malam Natal umat Katolik Kecamatan Kraton itu dipimpin Romo Paulus Supriyo Pr, Pastur Kepala Paroki Pugeran. Dalam pesan Natal ditegaskan bahwa Natal berarti kelahiran baru yang membawa damai, kesejahteraan umum, kebahagiaan satu dengan yang lain.

Selain itu, lanjutnya, juga menyadari dan mengimani Tuhan yang belas kasih, tidak keras, tidak tegelan, tidak memandang ke-Tuhan-Nya dan mau menjadi manusia karena rasa belas kasih kepada manusia. “Kita diingatkan untuk berani berbela rasa pada siapa pun, pada yang kecil, yang lemah, dan miskin. Dipanggil untuk mewujudkan daya kasih,” ujarnya.

Pada akhir ibadah, Romo Paulus juga menyampaikan terima kasih kepada Raja Keraton Jogja Hamengku Bawono Ka 10, pihak keamanan serta para pelaku ekonomi di Alun-Alun Selatan. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk kebaikan dan toleransi. “Kekhusyukan tidak terganggu, malah sangat khusyuk, apalagi kegiatan di depan yang biasanya ramai mau menunda hingga selesainya ibadah,” jelasnya.

Perayaan malam Natal di Sasono Hinggil, tambahnya, sudah lama. Sebelumnya ibadah digelar di daerah Taman, tapi karena umat yang makin banyak dan lokasi tidak mencukupi, raja Keraton Jogja memperbolehkan menggunakan Sasono Hinggil. “Sri Sultan memberikan kebaikan memfasilitasi semua rakyatnya untuk menghayati agamanya masing-masing, salah satunya Katolik diberi kesempatan beribadah di SasonoHinggil,” jelasnya.

Menurut Ketua Panitia Perayaan Ekaristi Malam Natal Umat Katolik Kecamatan Kraton Joki Hartono, kegiatan di Sasono Hinggil sudah digelar sejak 1970-an. Terutama untuk umat di Kecamatan Kraton yang tidak memiliki gereja. “Sudah sejak lama, karena di gereja kapasitasnya juga tidak cukup,” ungkapnya.

Dalam perayaan malam Natal, pihaknya menyiapkan 1.500 kursi yang semuanya penuh. Bahkan beberapa umat harus berdiri karena kurangnya kursi. Umat yang datang tidak hanya dari wilayah Kecamatan Kraton saja, tapi juga sekitarnya.

Joki mengatakan meski diselenggarakan di luar gereja, tidak ada dekorasi khusus yang disiapkan. “Semua urutan prosesi sesuai yang biasa di gereja, hanya lokasinya saja yang di luar gereja,” ujarnya.

Penggunaan bangunan yang dibangun pada 1756 itu juga sudah seizin GPBH Prabukusumo sebagai pengelola. Jika tidak ada kegiatan lain yang berbarengan, untuk perayaan malam Natal maupun Paskah digelar di bangunan di selatan Keraton Jogja itu.

Joki mengatakan, karena berbarengan kegiatan rutin Keraton, ibadah sempat dipindah ke Ndalem Kaneman. “Dulu pernah karena bersamaan dengan wayangan yang merupakan kegiatan rutin Keraton, ibadah akhirnya dipindah,” katanya.

Sementara itu, Hari Natal bukan semata ritual yang diperingati umat Kristiani setiap akhir tahun. Namun Natal juga merupakan kesempatan yang baik bagi umat untuk merefleksikan kembali, apakah Tuhan yang maha pengasih sunguh hadir dalam hidup setiap orang. Mengingat hal itu, Gereja St Antonius Kotabaru memilih tema “Kelahiran Yesus Perwujudan Kasih dalam Keluarga” pada perayaan Natal tahun 2016 ini.

Salah satu Romo Gereja St Antonius, Rm Macarius Maharsono Probho SJ menyampaikan pesan umum dari Keuskupan Agung Semarang terkait tema itu. Umat Kristiani yang merayakan Natal harus menyadari benar akan keputusan Allah menjadi manusia adalah keputusan untuk menolong umat di dunia.

“Yesus menjadi manusia dan hidup di dalam keluarga layaknya anak pada umumnya. Hal ini menekankan adanya peradaban kasih yang dapat direfleksikan dalam kehidupan keluarga, sebagai rahmat dan berkat kehadiran Allah,” jelasnya saat ditemui di Pasturan Gejera St Antonius (23/12).

Hal itu dapat diwujudkan melalui perilaku konkrit berupa kebaikan-kebaikan antaranggota keluarga yang hidup bersama dalam kasih Allah. Menurut Romo, perilaku itu bisa dinyatakan dengan mengampuni dan menerima kesalahan maupun kelemahan di dalam keluarga. Perayaan Natal 2016 Gereja St Antunius Kotabaru diharapkan menjadi sarana untuk menghadirkan suasana kasih di tengah keluarga-keluarga Katolik.

Ibadat malam Natal Gereja St Antonius Kotabaru tanggal 24 Desember 2016 dimulai pukul 17.00, 20.00, dan 23.00 WIB. Sedangkan Hari Natal 25 Desember 2016 dimulai pukul 06.30, 08.30, dan 17.00 WIB. (pra/ita/laz/ong)

[ad id=”38971″]