RADARJOGJA.CO.ID – Menjelang malam Natal, Kota Jambi dilanda keresahan menyusul insiden penggunaan lafaz Allah pada ornamen natal oleh pihak Hotel Novita. Sontak hotel yang terletak di kawasan Pasar Jambi ini Jumat (23/12) mendadak ramai.

Hotel tersebut didatangi warga dan laskar Front Pembela Islam (FPI). Hal ini karena ditemukan ukiran lafadz Allah SWT sebanyak 2 tulisan di hiasan pohon Natal di hotel tersebut.

Hiasan pohon natal lengkap dengan rumah-rumahannya tersusun rapi di salah satu sudut Hotel Novita. Selintas tidak ada yang aneh pada ornamen Natal tersebut. Namun di bagian bawah, terdapat ukiran dan hiasan dari batu serbuk putih yang mirip tulisan lafaz Allah.

Hiasan tersebut cukup menyita perhatian pengunjung yang langsung mengabadikannya dengan memfoto maupun merekam video. Foto dan video itu disebarkan ke media sosial.

Wakapolresta AKBP Sriwinugroho yang berada di lokasi meminta agar masyarakat menjaga situasi dan kondisi.

“Kita jaga situasi dan kondisi dulu ya,” ujar Sriwinugroho, seperti dilansir dari Fajar.co.id (Jawa Pos Group).

“Kita masih menunggu penjelasan pihak hotel,” ujar tambah Sriwinugroho.

Sementara pihak FPI Kota Jambi melalui Ahmad Supri mengatakan, polisi harus menindak tegas adanya temuan tersebut.

“Tadi kami dapat kiriman, pas dicek ternyata betul. Lantai berbentuk ukiran lafadz Allah SWT dan kami FPI sangat menyayangkan kejadian ini. Kami minta harus ada keputusan dari pihak managemen hotel,” tegas Ketua FPI Kota Jambi, Ahmad Supri.

Saat ini pihak manajemen masih belum mengeluarkan statemennya. Ukiran tersebut tepat berada di depan banner Wali Kota Jambi.

Mengetahui adanya hiasan pohon natal lafadz Allah, Wali Kota Jambi Syarif Fahsa langsung mendatangi Hotel Novita, Jumat malam (24/12) pukul 22.30.

Fasha disambut ratusan warga yang memprotes pihak hotel karena dianggap telah melakukan penistaan agama Islam. Fasha tampak berang dan menyayangkan kejadian ini.

“Sungguh sangat disesalkan ini terjadi, percayakan kepada kami agar memprosesnya,” ujar Fasha di hadapan pendemo.

Para pendemo meminta agar Wali Kota tegas menutup Hotel Novita secepatnya. “Tutup hotel ini pak,” ujar pendemo.

Fasha pun mengatakan kalau masyarakat masih mempercayai pemkot serahkan semua urusan kepada pihak terkait.

“Kalau masyarakat masih percaya biarkan hukum yang bekerja, kalau masih mau menunggu sekarang saya akan rapat sama Dandim dan Kapolresta,” tandasnya. (fjr/sad/JPG/ong)

[ad id=”38971″]