RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Keberadaan rumah yang cukup aman dan nyaman mengakses internet, justru awal memicu terjadinya eksploitasi seksual online pada anak. Ini dikuatkan pada hasil penelitian yang dilakukan Yayasan Sekretarian Anak Merdeka Indonesia (Samin) di beberapa wilayah, termasuk DIJ.

Tim peneliti Yayasan Samin menemukan sebanyak 48 persen anak-anak mengakses internet di rumah. Sedangkan 23 persen dilakukan di tempat umum se-perti kafe dan warnet, semen-tara 15 persen anak mengakses di lingkungan sekolah.

Salah seorang peneliti Yayasan Samin Bambang Pamungkas mengatakan, penelitan mengambil responden 850 dengan validasi 830 orang. Terdiri atas pelajar tingkat SMP dan SMA yang ada di Jogja, Bantul, Sleman, Solo, Semarang, Jakarta, dan Mataram. Yang mengejutkan, dari jumlah itu sebanyak 60 persen anak-anak menggunakan internet untuk berselancar konten pornografi.

“Mereka melihat, menonton dan menerima gambar serta video porno yang modelnya anak-anak,” jelas Bambang dalam keterangan persnya Sabtu (24/12).

[ad id=”38971″]