Cara Beda Orang Muda Katolik Santa Perawan Maria Meriahkan Natal

Pohon Natal senantiasa melengkapi perayaan Natal. Lazimnya, pohon yang dipakai adalah cemara. Namun apa jadinya kalau pohonnya adalah anyaman bambu berupa besek yang disusun sedemikian rupa.

BUDI AGUNG, Purworejo

RATUSAN warga Katolik mengabadikan diri dengan latar belakang Pohon Natal raksasa, kemarin (25/12). Kebahagiaan dan senyuman warga yang terlihat ber-selfie di depan pohon raksasa itu men-jadi kepuasan bagi Orang Muda Katolik (OMK) Gereja Santa Perawan Maria Purworejo.

Sebab, hal itu sebagai bentuk penghor-matan atas kerja keras mereka dalam me-meriahkan Natal tahun ini. “Melihat me-reka bergerak ke pohon Natal itu, kami sudah sangat senang,” kata pendamping OMK Gregorius Istas Pratomo Adi, 25.

Ya, rasa bangga itu layak dirasakan oleh OMK sebagai anak-anak muda yang ingin mengambil peran dalam perayaan Natal. Mereka ingin ada yang berbeda dibanding perayaan sebelumnya. Para tahun-tahun lalu, OMK hanya membantu membuat taman kecil di dekat altar misa saja

“Pohon Natal besek ini men-jadi opsi ketiga kami. Sebelum-nya kami berpikir membuat pohon dari kain atau botol bekas. Tapi menurut kami itu sudah biasa,” kata lelaki yang akrab disapa Istas ini.

Memiliki tinggi 11 meter, besek yang disusun melingkar dari bawah dan mengerucut hingga puncak menghabiskan 3.360 besek. Jumlah ini membengkak dari rencana awal yang hanya 2.000 besek saja.

“Ketinggiannya tidak seperti itu. Awalnya hanya setinggi pohon cemara di samping parkiran itu. Sekitar empat meteran,” kata war-ga Kelurahan Sindurjan, Kecama-tan/Kabupaten Purworejo ini.