RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Tim SAR Pantai Parangtritis tak ingin kecolongan lagi. Mengantisipasi terjadinya kecelakaan (laka) laut, SAR menempatkan sejumlah personel di titik palung selama libur panjang Hari Natal dan pergantian tahun.

Komandan Tim SAR Pantai Parangtiris Ali Sutanto menyebut, ada empat palung di sepanjang Pantai Parangtritis. Biasanya, laka laut yang kerap memakan korban jiwa terjadi di titik-titik berbahaya itu.

“Setiap titik palung dijaga lima personel SAR,” jelas Ali, Minggu (25/12).

Kelima personel bertugas mengawasi, sekaligus melarang wisatawan yang nekat bermain air di sekitar palung. Menurut Ali, Tim SAR sebetulnya telah memasang sejumlah papan peringatan bahaya di setiap titik palung. Hanya, tidak sedikit wisatawan yang mengabaikan peringatan ini. Mereka tetap nekat bermain air. Bahkan, ada yang nekat berenang di dekat titik berbahaya ini.

“Walau sudah diperingatkan,” ucapnya. Pada bagian lain, koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis Rohmat Ridwanto melihat ada lonjakan kunjungan wisatawan selama libur panjang Hari Natal 2016. Itu terjadi sejak Jum’at (23/12). Sedikitnya 8.500 wisatawan masuk ke Pantai Parangtritis sepanjang Jum’at lalu. Keesokannya, kunjungan wisatawan mencapai 17.100 orang.

“Minggu siang 19.057 wisatawan. Kemungkinan hari ini (Minggu) bisa di atas 20 ribu orang,” ucapnya.

Menurut Rohmat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memberikan treathment khusus selama libur panjang kali ini. Di antaranya, menambah jumlah personel di setiap TPR. Di TPR Pantai Parangtritis, misalnya, ada 30 petugas yang diterjunkan. Begitu pula di TPR Pantai Depok.

Disbudpar menerjunkan 21 personel. Puluhan petugas ini bertugas sesuai bidangnya masingmasing. Salah satunya, mengatur kekacauan arus lalu lintas di depan TPR.

“Yang bertugas di loket TPR juga lebih banyak,” tambahnya. (zam/yog/mar)