RADARJOGJA.CO.ID – GUNUNGKIDUL – Aksi unjuk rasa menuntut Kades Dadapayu Kecamatan Semanu Rukamto yang berujung aksi anarkistis (23/12) berlanjut ke ranah hukum. Rukamto tak terima mobilnya dirusak, dia lapor ke polisi dan berujung pada penahanan tiga orang peserta aksi.

Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi mengatakan kepolisian menerima laporan Rukamto sesaat setelah insiden demo anarkistis itu. Kemudian ditindak-lanjuti dengan memanggil sejumlah saksi.

“Setelah diselidiki, kepolisian menetapkan tiga orang (pengunjuk rasa) sebagai tersangka dan langsung kami tahan,” kata Nugrah Trihadi kemarin.

Tiga tersangka itu masing-masing ber-inisial Dn, Hr dan Sj. Sejumlah warga yang sebelumnya dimintai keterangan diper-bolehkan pulang. “Kasus ini masih di-tangani penyidik,” ujar Nugrah.

Akibat perbuatan mereka, tersangka dijerat pasal 406 KUHP tentang perusakan barang milik orang lain dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan. Nugrah mengimbau masyarakat agar unjuk rasa dilakukan dengan santun. “Unjuk rasa tidak dilarang, namun harus sesuai hukum yang berlaku,” kata Nugrah.

Polisi masih memantau mengenai pemicu aksi unjuk rasa yang berawal dari kasus dugaan penyelewengan dana oleh Rukamto. Sejauh ini di polisi belum menerima laporan dari warga. “Kalau ada (laporan) tentu kami tindak lanjuti. Hingga saat ini (kemarin) laporan terkait (pungli) kades tidak ada,” terang Nugrah.

erang Nugrah.Unjuk rasa anarkistis terjadi Jumat (23/12). Berawal saat puluhan orang memasang spanduk berisi tulisan permintaan mundur Rukamto. Dia dituduh melakukan pungli pada proses pengisian perangkat desa se-tempat.

Spanduk yang sebelumnya terpasang dicopot Rukamto. Tak terima, warga kembali memasang spanduk-spanduk bertuliskan hujatan kepada Rukamto.

Ruangan Balai Desa, pintu gerbang di-segel warga. Situasi panas saat Rukamto dan istrinya datang ke balai desa bermobil. Massa mengepung mobil, di antaranya merusak kaca mobil. (gun/iwa/ong)