RADARJOGJA.CO.ID – Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Gunungkidul terus mengejar perolehan pendapatan asli daerah (PAD) sektor wisata dalam beberapa hari ke depan. Sebab, sampai dengan sekarang, target Rp 23,1 miliar belum terpenuhi.

Dari data terbaru, jumlah kunjungan wisatawan terakhir tercatat pada Jumat (23/12) mencapai 2,722 juta orang. Sedang target yang telah ditentukan 2,.9 juta kunjungan pelancong.

“Saat ini, PAD masih di angka Rp 22 miliar atau kurang Rp 1,1 miliar dari yang telah ditetapkan sebesar Rp 23,1 miliar,” kata Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Gunungkidul Hary Sukmono, Minggu (25/12).

Meski waktu mengejar target makin sempit, Disbudpar tidak patah semangat. Instansi ini berupaya memenuhi target tersebut. Salah satu caranya, dengan melakukan promosi kepariwisataan sampai atraksi untuk menarik wisatawan.

“Tinggal beberapa hari ke depan, ya kami berusaha semampu kami,” ucap Hary.

Libur akhir tahun cukup banyak pengunjung yang berlibur ke Gunungkidul. Pada hari Sabtu (24/12), ada 28 ribu wisatawan berdatangan. Menurut Hary, jumlah tersebut bertambah dua kali lipat di hari kemarin.

“Target kami pada libur akhir tahun sebanyak 250 ribu kunjungan wisatawan,” terangnya.

Agar target semakin mudah dicapai, obyjk wisata minat khusus seperti Gua Pindul dan Gunung Api Purba, Nglanggeran menjadi andalkan.

Ketua DPRD Gunungkidul Suharno menuding, pemkab dinilai belum bekerja optimal dalam mencapai target PAD. Ia meyakini, jika semua dimaksimalkan target PAD bisa dikejar, meski dalam hitungan hari.

“Saya melihat kunjungan wisata ke Gunungkidul sangat besar. Aneh kalau sampai target tidak dapat terpenuhi,” kritik Suharno.(gun/hes)