Penggemar Silat yang Jago Basket

MENJADI anggota first team dalam Junio JRBL Jogja Series menjadi kebanggan bagi Aimee Tampu Francienne. Karir basketnya dimulai saat duduk di kelas 7. Namun siapa sangka Aimee langsung menyabet posisi first team dua kali berturut-turut, yakni Junio JRBL Jogja Series pada 2015 dan 2016.

“Awal aku ikut basket gara-gara kakak. Dulu pengennya biar bisa bareng main basket, seru. Ehh ternyata semakin ke sini, aku jadi ketagihan dan serius belajar basket,” kata cewek bungsu dari tiga bersaudara.

Dia memang hobi olahraga sejak SD. Pada usianya yang masih belia, dia menjadi atlet silat sebelum menjajal basket. Sejak SD punya bakat beladiri karate dan taekwondo.

Kalau disuruh pilih basket atau silat, berat rasanya Aimee untuk bisa memilih. Tapi Aimee mengakui kalo sekarang ini basket adalah hobi barunya yang bisa menghasilkan prestasi.

“Di kompetisi silat, aku berjuang sendiri, kalau kalah beban di-tanggung sendiri. Lewat basket, semua ditanggung tim. Di lapangan itu momen tegang pertandingan jadi ilang karena berjuang bersama,” ujar cewek berdarah Afrika ini.

Begitu terpilih menjadi first team 2015, Aimee berlatih meningkatkan kemampuan basketnya. Hampir setiap hari berlatih basket mulai dari latihan rutin di sekolah, ber-gabung dengan klub basket, hingga les basket privat. Tak jarang kalo Aimee sering mengorbankan ajakan teman-temannya yang hanya sekadar nongkrong dan jalan-jalan sore.

Ya, memang sejak diakui Aimee semenjak fokus berkarir di basket-nya dia jarang berkumpul dengan teman-temannya.

Dia pun pernah bosan latihan. Tapi itu semua cuma sesaat, karena dia selalu ingat bahwa basket adalah pilihan hidup yang harus diterima konsekuensinya. (val/iwa/ong)