RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Tanggul Sungai Serang sepanjang 60 meter di Pedukuhan I Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Kulonprogo ambrol. Jika terjadi banjir, tanggul bisa jebol dan menerjang sawah warga.

Sugiyono, warga Pedukuhan I mengatakan ambrolnya tanggul sudah terjadi empat hari terakhir. Pemicunya banjir bulan lalu, namun karena tanggul jauh dari pemukiman, baru diketahui beberapa hari terakhir.

“Sudah dilaporkan ke pemdes dan sudah cek lokasi. Sudah diinventarisir kerusakannya dengan bukti foto untuk laporan ke Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) selaku pemangku kewenangan,” kata Sugiyono kemarin.

Tanggul ambrol sepanjang 60 meter dengan lebar 7 meter, lokasinya persis di tikungan sungai. Tanggul menyisakan jalan sekitar satu meter, hanya bisa dilalui pejalan kaki.

“Jika banjir lagi, tanggul itu akan jebol. Diharapkan segera diperbaiki. Jika tanggul jebol, ada hektaran sawah milik 50 kepala keluarga Pedukuhan Keboan, Karangwuni yang terancam,” kata Sugiyono.

Kondisi tanggul sudah sangat mengkhawatirkan. “Untuk sebatas dilewati dengan sepeda motor saja sudah tidak bias. Jalan kaki pun harus ekstra hati-hati,” katanya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Hepi Eko Nugroho belum menerima laporan jebolnya tanggul tersebut. Tanggul irigasi itu menjadi kewenangan BBWSSO.

Sehingga laporan-laporan terkait irigasi yang masuk BPBD dikoordinasikan dengan BBWSO. “Kebetulan, Selasa (27/12) ada rakor dengan BBWSSO terkait jembatan Boro, Kalibawang. Kami akan sampaikan jebolnya tanggul Sungai Serang itu,” kata Hepi. (tom/iwa/mar)