RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Proses pencarian buaya muara masih dilakukan. Penampakan buaya muara sepanjang tiga meter itu kali terakhir terlihat di pintu muara Sungai Bogowonto.

Petugas Pos Sea Rider TNI AL Pantai Congot Kopka Rokimanto mengatakan pencarian belum membuahkan hasil. Buaya muara tidak lagi terlihat di Pantai Congot, dan Muara Sungai Bogowonto. “Kami sudah menyisir alur Sungai Bogowonto,” kata Rokimanto kemarin.

Belum tertangkapnya buaya muara menjadi kekhawatiran. Apalagi jika buaya masuk Sungai Bogowonto dan berkeliaran tanpa terdeteksi.

“Tentu sangat membahayakan warga. Minimal terdeteksi dulu, kalau soal menangkapnya, karena membahayakan terpaksa bisa kami tembak,” ujar Rokimanto.

Pihaknya juga sudah koordinasi dengan petugas antarwilayah untuk mencari buaya muara ini. Fokus mendeteksi keberadaan buaya secepatnya, agar tidak mengancam masyarakat.

“Dari koordinasi sementara, petugas wilayah lain belum melihat adanya buaya tersebut. Kami imbau masyarakat tetap waspada. Jika melihat langsung lapor ke petugas, buaya itu akan kami cari sampai ketemu,” kata Rokimanto.

Koordinator SAR Linmas Wilayah V Kulonprogo Samsudin mengatakan keberadaan buaya belum diketahui. Buaya itu tidak terlihat sejak Jumat (23/12).

Kabar penampakan buaya ternyata tidak mengganggu kunjungan wisata hutan mangrove Pedukuhan Pasir Kadilangu dan Pasir Mendhit. Kunjungan wisata tetap melonjak sejak kabar penampakan buaya tersiar.

Salah satu pengelola wisata mangrove Pasir Kadilangu Septian Wiyanta mengungkapkan lokasi wisata mangrove sangat dekat dengan muara Bogowonto. Namun kabar adanya buaya muara itu tidak memengaruhi tingkat kunjungan wisata.

“Pengunjung justru meningkat. Rata-rata sekitar 200 persen per hari. Kabar adanya buaya muara tak berpengaruh,” ungkap Septian.

Selama ini di muara Bogowonto tidak pernah ada buaya. Yang ada biawak berukuran besar, bisa sampai tiga meter panjangnya. Namun biawak jinak, menjauh jika berdekatan dengan manusia.

Surjani, warga Congot mengatakan kabar buaya muara tak membuatnya takut. “Kalau ada buaya, diduga dilepas orang yang tak bertanggung jawab,” kata Surjani. (tom/iwa/mar)