RADARJOGJA.CO.ID Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) DIJ melakukan tes bebas narkoba di Gunungkidul, beberapa waktu lalu. Ratusan pegawai negeri sipil (PNS) menjalani tes urine dan tinggal menunggu hasil, positif atau negetif.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, tes urin gelombang pertama berlangsung pada Rabu (21/12). Tes menyasar 120 orang PNS di lingkungan Satpol PP dan dinas kesehatan (dinkes).

“Sampai saat ini, kami masih menunggu hasil tes urine yang dilakukan mendadak tersebut. tahap pertama, targetnya 150 PNS dan yang dilakukan tes 120 orang,” ungkap Immawan, Selasa (26/12).

Ia melanjutkan, jika hasil pemeriksaan tes dari BNNP keluar, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian dan inspektorat daerah. Jika ada di antara mereka yang positif mengkonsumsi narkoba, akan dijatuhkan sanksi. “Kami lihat sejauh mana hasilnya. Semoga semoga semua negatif,” ucapnya.

Menurut Immawan, tes bebas narkoba yang dilakukan mendadak merupakan upaya meminimalisir penggunaan narkoba di kalangan PNS. Harapannya. Bisa terwujud lingkungan kerjja kondusif dan pelayanan maksimal pada masyarakat. “Tes urine kemarin merupakan tahap pertama. Ke depan, akan kembali dilakukan urine pada PNS yang lain,” terangnya.

Kepala Kantor kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunungkidul Wahyu Nugroho mengatakan, pelaksanaan tes urine dilakukan di ruang RR I. PNS yang diperiksa tidak diberitahu terlebih dahulu. Karena sifatnya dadakan. “Kami berharap hasil tes urine tidak ada PNS terlibat narkoba,” kata Wahyu.

Di bagian lain, dari data Polres Gunungkidul, jumlah kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras di Gunungkidul cukup memprihatinkan. Tahun ini kepolisian menangani perkara belasan kasus dan mengamankan pelaku.

Kasat Narkoba Polres Gunungkidul Iptu Kadek Dwi mengatakan, hingga penghujung tahun 2016, kepolisian mengungkap 14 kasus penyalahgunaan narkoba. Jumlah tersebut, terbagi dalam 4 kasus narkotika, 6 kasus psikotropika, dan 4 kasus obat-obatan ilegal. “Dalam perkara ini, diamankan 14 tersangka dan proses hukumnya sudah masuk ke ranah persidangan,” kata Kadek Dwi.

Dalam kasus tersebut, kepolisian mengamankan barang bukti 4.000 pil jenis Tryhexpenidil dan 50 butir pil jenis psikotropika. Juga 500 botol miras berbagai jenis disita selama setahun pada operasi penggerebekan di tempat hiburan malam maupun tempat penjualan miras ilegal.(gun/hes)