GELARAN kali kesebelas Delart karya pelajar SMAN 8 Jogja (Delayota) diadakan di Jogja National Museum (JNM) kemarin hingga Jumat (30/12). Kali ini bertema Kole-rasi Bahasa Terhadap Relativitas Universal.

Delart merupakan apresiasi seni murid Delayota terhadap seni. Acara tersebut merupakan tugas akhir murid kelas XII Delayota.

Ketua Delart Raden Raditya Dwinandana mengatakan bahasa makin absurd, tidak bisa diduga, dan tidak jelas keberadaan-nya. “Delart juga mengusung bahasa dari zaman dulu hingga sekarang,” kata Raden.

Delart memamerkan karya murid Dela-yota, mulai patung-patung karya Pramono Pinunggul dan Yusman, serta lukisan kaca karya Rina. Selain karya seni, terdapat pawai dari murid-murid Delayota, Sucok (dance cowok Delayota), Cheerseight, Jong Delayota.

Mereka juga mengundang SMAN 1 Jogja, SMK 5 Jogja, dan Unit Seni Rupa UGM.

Juga digelar workshop dari Pramono Pinunggul membuat patung tanah liat, hand lettering dari Alpharel Fauzi, live painting dari Rune & Nick Grafiti. Lalu ada lomba musikalisasi puisi, akustik, menggambar, menari, dan fotografi.

Selain workshop, kegiatan lainnya ada movie screening dari SMA yang punya ekstrakulikuler sinematografi. Ada juga penampilan band-band Delayota. Puncak-nya, malam anugerah seni.

Dana yang dibutuhkan untuk Delart sekitar Rp 80 juta berasal dari sponsor dan donatur.

“Sekolah juga mendukung dana. Guru-guru juga ada yang menyumbang dana, dan ikut pawai dengan memakai baju adat,” kata Raden. (dit/iwa/ong)