RADARJOGJA.CO.ID– Malioboro kembali menjadi buah bibir di media sosial (medsos). Masyarakat banyak yang memuji wajah baru ikon pariwisata tersebut. Tapi, di sisi lain, juga banyak mengkritisi. Terutama dengan perilaku sebagian pedagang kaki lima (PKL).

“Air limbah cucian dibuang sembarangan di trotoar Malioboro yang baru saja diresmikan gubernur. Pitikih??? Sebagian PKL lesehan sak geleme dewe, ndak punya sadar wisata,” tulis akun Facebook BonnyTello II pada grup Info Cegatan Jogja, sekitar pukul 10.00, Senin (26/12).

Postingan Bonny Tello yang juga penggiat wisata di DIJ itu mendapatkan beragam respon netizen. Mayoritas meluapkan kemarahannya kepada perilaku PKL yang dinilai merusak hasil penataan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh Prabowo mengaku sudah mengetahui perilaku buruk beberapa PKL. Termasuk yang sedang ramai dibicarakan di medsos. Menurut Syarif, aktivitas mencuci di atas trotoar tersebut biasanya dilakukan setelah pukul 24.00, saat mau menutup dagangan.

“Saya sudah lihat, ya harusnya tidak seperti itu. Saat lihat langsung pasti saya tegur,” ungkapnya.