RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda DIJ berupaya merampungkan berkas penganiyaan terhadap balita JM, 1,5 tahun, dengan tersangka Adi Cahyono. Ditargetkan sebelum pergantian tahun berkas itu sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

Direskrimum Polda DIJ Kombes Pol Frans Tjahyono mengatakan, sebelum akhir tahun berkas kasus bisa diserahkan tahap pertama ke kejaksaan. Penyidik telah melengkapi berkas bukti permulaan yang dinilai sudah mencukupi.

“Mengingat waktu efektifnya sebelum akhir tahun sangat sedikit,” jelas Frans kepada Radar Jogja, kemarin (26/12).

Selama sebulan lebih, penyidik telah memenuhi dua alat bukti yang digunakan untuk menjerat tersangka. Bukti itu, didapatkan dari sejumlah saksi dan hasil visum dari rumah sakit.

Dikatakan, sebanyak sepuluh saksi telah dimintai keterangan terkait penganiayaan yang dilakukan oleh Adi Cahyono terhadap JM, anak dari pembantu rumah tangga tersangka, Sartini. Jumlah itu dinilai telah memberikan keterwakilan terhadap materi pidana yang dilakukan tersangka.

Namun, sejauh ini UPPA Polda DIJ belum mengungkap secara eksplisit motif yang dilakukan tersangka menganiaya korban. “Tersangka ini setiap dimintai keterangan selalu mengatakan kalau JM ini anak sial,” jelasnya.

Meski begitu, Polda DIJ tidak ingin mengambil kesimpulan terlalu jauh perihal hubungan antara tersangka dan korban. Polda akan fokus pada fakta hukum yang dilakukan tersangka.

“Kami tidak akan berspekulasi status hubungan tersangka dan korban. Saat ini fokusnya pada pasal yang akan dikenakan atas perbuatan tersangka,” jelasnya.

Kasubdit Remaja, Anak, dan Perempuan Direskrimum Polda DIJ Bejo menjelaskan, atas perbuatan yang dilakukan, tersangka terjerat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 yang telah diubah UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

“Ancaman hukumannya lebih dari lima tahun,” jelasnya.

Seperti diketahui, kasus ini bermula ketika Sartini, seorang asisten rumah tangga asal Pucangsawit, Jebres, Solo melaporkan penganiayaan yang dilakukan oleh majikannya, Adi Cahyono, terhadap anaknya yang masih berusia 1,5 tahun. Sejak periode Februari-September 2016, bocah berinisial JM itu mendapatkan berbagai perlakuan kekerasan.

Selama kurun waktu sembilan bulan, JM disiksa dengan cara dimasukkan ke dalam mesin cuci, kulkas, dan lemari. Bahkan balita itu disiram air panas di bagian kemaluan. Peristiwa itu dilakukan saat majikan tinggal di Klaten, Jawa Tengah dan Samalo, Jetis, Bantul. (bhn/ila/ong)