RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Dua unit Early Warning System (EWS) Tsunami di pesisir Kulonprogo rusak. Kerusakan diketahui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo saat melakukan perawatan dan pengecekan fungsi unit.

BPBD melakukan pengecekan terhadap tujuh unit EWS milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Yakni di Balai Desa Banaran, Garongan, Karangwuni, Glagah, Sindutan, dan Pasir Mendit. Termasuk satu unit milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di dekat pos retribusi Pantai Glagah.

Dalam pengecekan tersebut, petugas melakukan uji coba sirine EWS, baik manual maupun dari Pusat Kendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kulonprogo. “EWS yang mengalami kerusakan di Bugel dan Banaran. Unit tidak berfungsi dan tidak mengeluarkan suara peringatan,” kata Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kulonprogo Sunardi di sela pengecekan.

EWS Tsunami di Banaran kabel transmisi suara yang putus, sehingga tidak mengeluarkan bunyi peringatan bahaya. Namun kerusakan itu langsung diperbaiki. Sementara EWS di Bugel mengalami kerusakan pada bagian solar cell atau panel konversi cahaya.

“Instrumen ini sangat penting untuk menyerap panas matahari sebagai sumber daya utama unit EWS tersebut. Karena mahal dan rumit, tim tidak bisa langsung memperbaiki solar cell tersebut,” kata Sunardi.

Kerusakan pada unit-unit EWS Tsunami tersebut dimungkinkan karena korosi angin laut yang mengandung garam. Unit menjadi cepat berkarat dan berjamur. “Perawatannya melalui penganggaran BPBD,” ujar Sunardi. (tom/iwa/mar)