RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Tiga tahun tahap pembangunan, Pasar Sleman akhirnya akan resmi beroperasi. Pembangunan pasar ini menghabiskan total anggaran Rp 32,79 milliar yang terbagi menjadi tiga tahapan. Alokasi dana awal pada 2014 mencapai Rp 7,96 milliar. Selanjutnya pada 2015 mencapai Rp 13,6 milliar dan penggarapan akhir 2016 Rp 11,23 milliar.

“Proyeksi dari pembangunan ini adalah bangunan modern dengan ruh pasar tradisional. Harapannya pengunjung dapat berbelanja dengan nyaman. Sehingga tidak kalah dengan pasar swalayan modern saat ini,” ujarnya saat peresmian bangunan Pasar Sleman Unit II, kemarin (27/12). Pasar yang terletak di Triharjo, Tridadi, Sleman ini ditargetkan akan beroperasi awal 2017 mendatang.

Pasar ini nantinya akan ditempati para pedagang lama Pasar Sleman Unit I. Saat ini mereka masih menempati lokasi lama dan relokasi sementara di sisi depan bangunan baru pasar.

Selain berpesan tentang pentingnya para pedagng menjaga higienitas, bupati juga meminta para pedagang membenahi citra pasar tradisional. Sebab, selama ini anggapan kumuh masih hinggap di beberapa pasar tradisional. Alasan inipula yang menyebabkan warga enggan berbelanja di pasar tradisional. “Kalau pasare resik pasti rezekine juga apik. Untuk saat ini sudah selesai, selanjutnya tinggal melengkapi lemari pendingin untuk pedagang ikan. Agar bisa menyimpan ikan, untuk higienitas juga,” ujarnya.

Kepala Dinas Pasar (Dinsar) Sleman Tri Endah Yitnani mengungkapkan, bangunan terbagi menjadi dua blok. Pedagang yang direlokasi diutamakan pedagang yang memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU). Los – los ini menurutnya akan ditempati oleh para pedagang komoditas basah. Artinya pedagang yang berjualan, buah, sayur, daging, dan ikan. Sementara untuk pedagang kering, tetap ditempatkan di Pasar Sleman Unit I.

“Jumlah pedagang di Pasar Unit Sleman I mencapai 1.200, padahal kapasitas hanya 800 los. Sementara untuk Unit II mencapai 741 los. Untuk Unit II diutamakan komoditas basah dan pemilik SITU,” jelasnya.

Terkait penataan dan pembagian lapak sepenuhnya wewenang Dinas Pasar. Para pedagang nanti akan didata dan diundi. Sosialisasi juga telah dilakukan melalui paguyuban pedagang Pasar Sleman. “Targetnya Minggu awal Januari 2017, pedagang sudah masuk menempati los pasar. Tidak ada pedagang yang berjualan di luar pasar, seperti di jalan-jalan,” ujarnya.

Ke depan Dinas Pasar juga akan merevitalisasi pasar-pasar tradisional. Salah satunya pasar Prambanan yang ditargetkan rampung pertengahan 2017. Untuk saat ini tahapan sudah mencapai instalasi pengelolahan air limbah (IPAL).

“Untuk Pasar Prambanan saat ini sudah masuk tahap empat. Tinggal menyelesaikan instalasi ground tank sebagai tandon air IPAL. Karena itu tergolong fasilitas pendukung tapi vital,” katanya. (dwi/din/ong)