RADARJOGJA.CO.ID-Prestasi Timnas selama 25 tahun ini hampir tak pernah berhasil mencapai puncak. Puluhan pelatih, telah berganti menerapkan strategi. Berbagai cara dari Timnas Baretti, Primavera, sampai SAD, telah dilakukan. Tapi, belum juga ada prestasi yang membanggakan dari skuad Merah Putih.

Salah pengelolaan, pragmatisme pengambil kebijakan, sampai dengan metode kepelatihan yang sudah kedaluarsa ternyata masih menjadi masalah serius bagi Ketua Umum PSSI Letjend Edy Rahmayadi.

Hal ini terlontarkan saat ada diskusi “Masa Depan Sepakbola Indonesia di Dongeng Kopi, Jalan Wahid Hasyim, Gorongan, Condongcatur Depok, Sleman, Senin malam (26/12). Wartawan Olahraga Jawa Pos Miftakhul FS dan Dosen Ilmu Komunikasi UMY Fajar Junaedi mengungkapkan, bagaimana masalah Timnas seperti benang ruwet tersebut.

Miftahul mengatakan, jika bisa dipilah dan diamati, salah satu alasan kegagalan Indonesia memiliki Timnas yang bagus karena kompetisinya juga bermasalah. Liga atau klub di Indonesia banyak digunakan segelintir orang untuk ajang kepentingan politik dan bisnis.