RADARJOGJA.CO.IDPemkab Gunungkidul resmi membentuk satgas sapu bersih (seber) pungutan liar (pungli). Dalam bertugas, mereka diberikan kewenangan melakukan penindakan.

Ketua Saber Pungli Kompol Verena Sri Wahyuningsih mengatakan, pihaknya sudah menyusun strategi agar kinerja tidak mandul. Caranya, dengan langkah jemput bola dan menampung setiap informasi dari masyarakat.

“Kami siap gerilya melakukan penyelidikan terhadap instansi yang berhubungan langsung dengan pelayanan. Kami jemput bola dan tidak hanya menunggu laporan pengaduan dari masyarakat,” ungkap Sri Wahyuningsih, usai dikukuhkan bersama puluhan anggota Saber Pungli di Ruang Rapat I oleh Bupati Gunungkidul Badingah, Selasa (27/12).

Waka Polres Gunungkidul ini melanjutkan, bukan bermaksud mengabaikan informasi dari masyarakat. Namun, Tim Saber Pungli ingin setiap laporan yang masuk didukung bukti akurat.

“Jika ada masyarakat menemukan indikasi pungli, kami berharap segera melapor, jangan takut. Tetapi harus berdasarkan data akurat. Karena berkaitan dengan nasib seseorang. Kami berupaya terbuka dan tetap melindungi pelapor sebagai saksi,” janjinya.

Setiap anggota saber pungli, lanjutnya, memiliki tugas dan kewenangan masing-masing. Di antaranya terdapat tim cegah, lidik, intelejen, tim penindakan, serta yustisi.

Saat menjalankan tugas, semua tim bekerja sesuai kapasitas dan bidang tugas. “Kami saling koordinasi,” ujarnya.

Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, saber pungli merupakan wujud komitmen pemerintah mereformasi birokrasi untuk menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, bebas dari pungli.

“Saber pungli beranggotakan 30 orang,” kata Badingah.

Selain ada Ketua Saber Pungli Wakapolres Gunungkidul Kompol Verena Sri Wahyuningsih, anggota tim berasal dari berbagai instansi. Seperti kepolisian, Kodim 0730, kejaksaan, inspektorat daerah, dan pejabat SKPD.

“Pada semua elemen masyarakat, jika mengetahui adanya praktik pungli segera laporkan petugas,” katanya.(gun/hes)