RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – PSS Sleman tidak memiliki waktu banyak meliburkan pemainnya. Sebab mulai pekan depan manajemen sudah akan melakukan evaluasi tim selama keikutsertaannya di ISC-B lalu.

Evaluasi menyeluruh itu akan dilakukan bersama-sama dengan jajaran direksi PT Putra Sleman Sembada yang menaungi PSS Sleman.

Namun sebelum itu, manajemen masih menunggu penilaian pelatih terhadap pemain selama ISC-B lalu. Berbekal hal itu, manajemen akan menentukan pemain mana yang akan dipertahankan dan yang tidak dilanjutkan kontraknya.

Manajer PSS Sleman dr. Arif Juli Wibowo mengatakan, hasil penilaian tim pelatih akan menjadi masukan manajemen dalam membangun skuad.

Paling dekat, Laskar Sembada-julukan PSS Sleman direncanakan akan mengikuti kompetisi pre-season Piala Presiden pada Januari 2017 mendatang. Selanjutnya, kompetisi reguler Divisi Utama akan dimulai Maret 2017 mendatang.

“Dari hasil penilaian pelatih, kami harap bisa mengetahui pos-pos mana saja yang sudah baik dan yang perlu diperbaiki. Se-hingga kami bisa menentukan penambahan pemain yang krusial di posisi mana saja,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Sebab untuk merekrut pemain, Arif mengatakan, perlu dibicarakan dengan pihak manajemen dan direksi PT PSS. Dengan capaian ISC-B lalu yang menembus partai final, tentunya di musim mendatang PSS akan mengusung target bisa naik kasta ke ISL.

Sementara itu, pelatih PSS Seto Nur-diyantoro mengakui jika kontraknya se-lesai bersamaan dengan se lesainya ISC-B 2016.

Namun memang dia masih bertanggungjawab mem-berikan laporan kepada ma-najemen terkait rapor pemain selama ISC-B lalu. “Sedang saya selesaikan, mungkin pekan depan saya serahkan ke mana-jemen,” tuturnya.

Secara umum, pelatih asal Kalasan, Sleman itu menyebut, target manajemen bahwa PSS harus menembus final sudah tercapai. Hal itu dilakukan timnya yang hanya berbekal 19 pemain sejak musim bergulir. Seiring berjalannya kompetisi, kondisi makin sulit menentukan komposisi pemain sebab silih berganti pemain masuk perawatan karena cidera.

“Pemain yang kami seleksi banyak yang tidak memenuhi harapan. Kami juga bereksperimen dengan mengganti Oya dari gelandang ke bek sayap. Kito yang striker kami jadikan gelandang serang,” imbuhnya. (riz/din/ong)