RADARJOGJA.CO.ID-Banyak kata yang tepat untuk mengumpat perbuatan DW,25, warga Desa Banyuasin Separe, Loano, Purworejo. Residivis pencurian kendaraan bermotor itu tak kuat menahan nafsu sampai melakukan perbuatan terlarang di Alun-Alun Purworejo.

Saking tertutup dengan nafsu, DW yang membawa lari A,16, masih berstatus pelajar SMA, melakukannya di tempat yang biasanya dihormati seluruh warga Indonesia. Ia melakukan hubungan intim dengan korban tersebut di bawah tiang bendara, di depan Kantor Bupati setempat.

Kasubag Humas Polres Purworejo AKP Lasiyem menceritakan, DW harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah keluarga A tidak terima atas perbuatan yang dilakukannya. “Selama ini korban tinggal bersama neneknya. Orang tuanya bekerja di Bandung,” kata Lasiyem Rabu (27/12).

Dengan alasan suntuk berada di rumah terus-terusan, sebenarnya korban A yang mengajak DW untuk pergi jalan-jalan pada 6 November 2016 lalu. Tujuan awal kepergiannya adalah Alun-Alun Purworejo.

“Di Alun-Alun inilah pelaku merayu korban untuk melakukan persetubuhan. Dari hasil pemeriksaan, perbuatan terlarang itu dilakukan sebanyak dua kali,” tambah Lasiyem.

Kondisi Alun-Alun Purworejo yang sepi saat dinihari, dimanfaatkan keduanya untuk berhubungan badan. Lokasinya di bawah tiang bendera yang berada di Depan Kantor Bupati Purworejo.

“Mereka melakukannya sambil berdiri. Mereka bebas melakukan karena memang kondisinya sangat sepi saat malam,” kata Lasiyem.

Tidak diketahui persis tempat menginap bagi A selama 20 hari meninggalkan rumah. Pelaku baru mengantarkan korban pulang pada Jumat (16/12). Mengetahui kedatangan keduanya, nenek korban langsung meminta keterangan dari keduanya dan disampaikan jika mereka telah melangkah jauh.

Pelaku dijerat Pasal 81 (2) UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tersangka terancam penjara maksimal 15 tahun. (udi/eri)