RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Gubernur DIJ telah menyerahkan dokumen hasil evaluasi APBD 2017 Bantul. Ada beberapa catatan rekomendasi dalam hasil evaluasi ini. Baik rekomendasi penghapusan maupun efisiensi anggaran program kegiatan.

Di antara anggaran yang dihapus adalah belanja pengadaan peralatan karaoke. Dalam dokumen evaluasi yang diteken Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono X ini tercantum belanja pengadaan senilai Rp 75 juta berada di Bagian Umum Setda. “Tidak diperkenankan karena tidak mendukung pelaksanaan kegiatan pemerintahan,” bunyi rekomendasi yang diteken 23 Desember 2016 tersebut.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Bagian Umum Setda Reni Mariastuti membenarkannya. Dia tak menampik bagian umum memang berencana mengusulkan belanja peralatan karaoke pada APBD 2017. Kendati begitu, Reni berdalih peralatan yang akan diusulkan berbeda dengan peralatan karaoke pada umumnya. “Hanya sound system yang memadai saja,” ucapnya.

Sedianya, sound system ini bakal dimanfaatkan untuk memfasilitasi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemkab menyalurkan hobi. Sekaligus melepas penat setelah bekerja. Toh, hampir setiap tahun ada lomba menyanyi bagi kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD). “Intinya, bukan untuk karaoke hiburan,” ujarnya.

Kendati dicoret, Reni bisa memakluminya. Mengingat, bunyi nomenklatur memang menyebutkan untuk pengadaan peralatan karaoke. “Jika untuk keperluan yang lebih prioritas monggo saja,” tambahnya.(zam/din/ong)