RADARJOGJA.CO.ID – Para pengguna angkutan, khususnya bus dihantui perasaan was-was. Gara-garanya, hasil tes kesehatan yang dilakukan petugas, ternyata banyak sopir dan awak bus di Gunungkidul menderita penyakit darah tinggi.

Semua itu terungkap dalam tes kesehatan yang dilakukan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Gunungkidul dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gununkidul. Pada pemeriksaan tahap pertama yang melibatkan 60 sopir dan awak bus, hasilnya kurang menggembirakan.

“Dari pemeriksaan awal tadi banyak yang mengalami gangguan kesehatan seperti hipertensi (darah tinggi),” kata Kepala Bidang Transportasi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Gunungkidul Kuncoro Budi Santoso di sela agenda pemeriksaan kesehatan di Terminal Tipe A Selang, Wonosari, Rabu (28/12).

Pemeriksaan kesehatan dilakukan pada penumpang, seluruh supir dan awak bus antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun antarkota dalam propinsi (AKDP) hingga angkudes. Tujuannya, memberikan rasa aman saat berkendara.

“Pemeriksaan kesehatan ini untuk mengantisipasi penyakit berbahaya. Seperti darah tinggi, asam urat, kolesterol, hingga tes narkoba. Sebab, penyakit ini sering mengganggu sopir dalam perjalanan,” paparnya.

Menurut Kuncoro, sangat berbahaya jika kondisi sopir saat membawa penumpang dalam kondisi tidak sehat. Melalui pemeriksaan yang bertepatan dengan musim libur panjang akhir tahun ini, kemungkinan terburuk bisa diantisipasi.

“Hasil pemeriksaan tes kesehatan nanti akan direkomendasikan pada pemilik perusahaan autobus untuk pertimbangan memberangkatkan sopir tersebut,” katanya.

Selain pemeriksaan urine, petugas kesehatan juga melakukan tes urine. Di tengah maraknya peredaran narkoba, Kuncoro berharap seluruh supir dan awak supir tidak mengkonsumsi barang haram tersebut.

Danar, salah seorang sopir yang ikut diperiksa mengaku, telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Dari keterangan petugas, ia dinyatakan mengalami gangguan kesehatan darah tinggi. Dana mengaku senang lantaran sebelum “narik” sudah paham kondisi kesehatannya.

“Kalau kondisi kesehatan saya tidak baik tidak mungkin nekat berangkat membawa penumpang,” ungkap Danar.(gun/hes)