RADARJOGJA.CO.ID – SEBELAS orang yang ditangkap Polsek Bulaksumur saat mau nglithih sudah masuk proses penyidikan. Dari kesebelas orang itu, dua masih ditahan di polsek untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka dikenai UU Darurat atas kepemilikan senjata yang membahayakan.

Mereka yang terancam pasal 2 (1) UU Darurat No12/1951 yakni Ardi, 19, warga Tempel sebagai pemilik tongkat stik kayu dan YDS, 16, warga Ngaglik diproses karena kepemilikan gir yang telah dimodifikasi dengan dipasang tali.

Ardi yang usianya sudah dewasa, berada di sel Mapolsek Bulaksumur guna menjalani proses pemberkasan perkaranya. Sementara YDS, yang masih di bawah umur dititipkan ke Dinas Sosial.

“Meski tidak melakukan kekerasan, namun keberadaan benda berbahaya menjadi perhatian kami. Apalagi ada niat untuk melakukan kekerasan yang alasannya balas dendam,” jelas Kapolsek Bulaksumur Kompol Suhardi kemarin (28/12).

UU Darurat, lanjutnya, mengatur keberadaan benda-benda berbahaya yang dibawa seseorang untuk tujuan melakukan kekerasan. Jika dikaitkan pasal tersebut, keduanya dianggap membawa senjata yang bisa menjadi benda berbahaya dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

Dijelaskan, untuk sembilan orang lainnya, sudah dilepas setelah disel selama 24 jam. Sebelum pulang, mereka mendapatkan pembinaan dan didata agar kelak tidak mengulangi perbuatannya.

Di hadapan orang tua, mereka berjanji untuk tidak mengulangi disertai surat pernyataan. Sementara para orang tua diminta untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya.

“Orang tua dari sembilan orang ini hadir semua. Karena bila orang tua tidak menjemput, anak tetap kami tahan,” jelasnya.

Panit Reskrim Polsek Bulaksumur Iptu Ponijo menyebut, penyidik masih menahan tujuh unit sepeda motor milik para remaja tersebut. Kendaraan bisa diambil oleh pemilik, jika sudah dilengkapi terlebih dahulu sejumlah spare part yang telah dicopot ataupun dimodifikasi.

Seperti diketahui sebelumnya, sebelas remaja diamankan jajaran Unit Reskrim Polsek Bulaksumur Selasa dini hari (27/12). Rombongan tersebut diamankan di Ringroad Utara setelah adanya laporan warga.

Kepada penyidik, para remaja tersebut mengakui usai berkeliling mencari seseorang yang dianggap bertanggung jawab karena pernah menyerang salah satu anggota kelompok tersebut. Namun, upaya untuk mencari sasaran tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya saat sedang nongkrong, mereka ditangkap. (bhn/ila/ong)