First Team Junio JRBL 2016

INGIN jadi pemain basket profesional merupakan mimpi Fransiskus Xaverius Ryszard, first team Junio JRBL 2016 dari SMP Pangudi Luhur Jogja. Kebahagiaan meraih predikat champion Junio JRBL Jogja Series 2016 dilengkapi masuknya dia menjadi first team.

“Bisa jadi champion di Junio JRBL 2016 jadi momen terbahagia di masa akhir SMP. Tapi jadi first team, adalah kebanggaan tersendiri,” ujar cowok berdarah Manado-Belanda.

Sejak kelas 3 SD dia mulai mengenal basket. Berawal dari temannya yang sering mengajak basket, Ryszard terpengaruh mencoba berlatih, sampai sekarang basket justru jadi hobi utamanya.

Cowok berzodiak Virgo ini semakin giat berlatih. Jelang JRBL 2016, seminggu full dihabiskan untuk berlatih. Semua ini dia lakukan untuk melatih fisiknya.

“Strategi oke, eksekusi bagus, matang sama pola yag diajarkan coach. Semua itu harus diimbangi fisik yang kuat,” kata cowok yang lahir 17 September 2001.

Di dalam latihan fisik, dia tak jarang sering menambah porsi latihan dengan joging, push up, dan skipping dengan waktu 30 menit sampai satu jam.

Meski sudah dua kali meraih juara di JRBL, Ryszard mengaku kalo telat panas menjadi hal yang sering terjadi pada dirinya.

“Walaupun aku udah tau musuh dengan taktiknya, di lapangan pasti aku grogi. Ini yang bikin aku ngerasa telat panas. Kalo udah gini, pasti aku pake untuk sprint dan defense agresif,” kata cowok tiga bersaudara.

Karir Ryszard didukung sang ibu. Bentuk dukungan diberikan tidak hanya melalui doa, tetapi kehadiran di setiap pertandingan Ryszard.

“Saking seringnya nonton, mama sampai hafal ekspresi wajahku kalo udah emosi. Apalagi kalo mereka main nakal,” tambah cowo bernomor punggung 11.

Kalo setelah latihan tidak ada waktu untuk belajar, Ryszard harus menambah porsi belajarnya di sekolah. Mengingat sudah kelas 9 dia tidak ingin ada pelajaran yang tertinggal. (val/iwa/ong)