RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Teka-teki mengenai nasib Seto Nurdiantoro di PSS Sleman mulai terjawab. Ia memang tidak akan lagi menjadi pelatih kepala Laskar Sembada. Meskipun setelah kontraknya habis, dia sempat ditawari kembali menjadi pelatih. Pria asal Kalasan, Sleman itu lebih memilih menjadi asisten pelatih. “Saya sadar masih perlu banyak belajar. Pengalaman membawa PSS sampai di pertandingan final menandakan banyak hal. Termasuk nanti dengan pelatih kepala yang baru,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (28/12).

Seto saat ini sedang menyusun laporan tertulis evaluasi tim selama mengikuti Indonesia Soccer Championship (ISC) B kemarin. Termasuk evaluasi saat kalah atas PSCS Cilacap. Mengenai target dari manajemen sampai babak final, dia dan pemainnya sudah memenuhi capaian yang diinginkan manajemen. Namun memang di partai final timnya gagal setelah dikalahkan secara dramatis dengan skor 4-3.

PSS di bawah asuhan Seto adalah perpaduan pemain muda dan pemain senior yang dinilai banyak orang sudah habis. Seperti nama-nama Mahadirga Lasut, Denny Rumba, Waluyo, dan Dicky Prayoga nyatanya masih bisa Moncer dan membawa Super Elja sampai partai puncak. Seto juga mempercayai pemain muda Bagas Adi Nugroho di posisi bek tengah dan mampu berduet dengan pemain senior lain.