RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Situs Candi Prambanan merupakan artefak wujud toleransi di masa lampau. Sebagai Candi Hindu, keberadaannya turut mengisi dinamika daerah sekitarnya. Baik dalam tatanan masyarakat hingga wujud bangunan fisik yang berdekatan dengan Candi Sewu Buddha di utara Candi Prambanan.

Kepala BPCB DIJ Winston Sam Dauglas Mambo menilai keindahan Prambanan tidak hanya dari segi fisik. Dinamika masyarakat saat itu turut menguatkan wujud keberagaman. Saat pembangunanya melibatkan banyak orang dengan latar belakang berbeda.

“Disebut kompleks, karena di dalamnya ada artefak Buddha hingga dinamika kepercayaan masyarakat ketika itu. Artefak itu sampai sekarang tetap ada dan terawat dengan baik,” jelasnya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid di kompleks Taman Wisata Candi Prambanan mengungkapkan, masyarakat sekitar candi juga turut mengisi dinamika. Terhitung kedekatan antara masyarakat dan Candi Prambanan sudah lebih dari 1.200 tahun. Ini sesuai dengan usia candi yang dibangun pada abad 9 Masehi.

“Sejarah berdirinya candi ini sangat bermakna. Nenek moyang kita dahulu mampu merangkum toleransi dengan sangat apik. Sebelum candi ini berdiri, tepat 800 meter sisi utara sudah berdiri Candi Sewu Budha,” jelasnya, kemarin (28/12).

Hal ini sekaligus membuktikan toleransi tidak hanya sebuah pemikiran saja. Implementasi ini diwujudkan dalam tatanan hidup masyarakat kala itu. Pola kehidupan ini, menurutnya, dapat menjadi khazanah bagi masyarakat.

Dalam kegiatan bertajuk 25th Prambanan World Heritage Expo, Hilmar juga mengajak masyarakat peduli. Wujudnya dengan menjaga dan melestarikan bangunan cagar budaya fisik. “Apalagi saat ini Candi Prambanan telah diakui oleh dunia. Bahkan sudah memasuki usia 25 tahun sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Tugas kita adalah menjaga dan melestarikan kekayaan ini,” ajaknya.

Mengenai anggaran untuk perawatan Candi Prambanan Hilmar menambahkan, sudah dianggarkan khusus oleh pemerintah. Prambanan bukan situs biasa sehingga pengamanan dan perawatannya juga harus maksimal.

Biaya perawatan Candi Prambanan sendiri mencapai Rp 1,5 miliar per tahun. Sementara itu, dalam peringatan 25 tahun kemarin diadakan pameran cagar budaya, pameran lukisan, dan berbagai lomba untuk siswa SD hingga SMP. (dwi/ila/ong)