RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Satu atlet DIJ peraih medali di PON XIX- 2016 Jawa Barat yang positif doping mulai diketahui. KONI DIJ juga sudah mengetahui atlet yang mencoreng nama baik kontingen DIJ tersebut. Dari informasi yang dihimpun, atlet tersebut berinisial RW dan meraih medali perak pada PON Jabar lalu melalui cabor binaraga kelas light putra.

Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo mengatakan, kasus doping tersebut dilakukan 12 atlet dari tujuh daerah termasuk dari tuan rumah Jawa Barat. Mereka yang positif menggunakan doping berasal dari cabang olahraga binaraga, angkat besi, berkuda, dan menembak.

Menurut hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Lembaga Anti Doping Indonesia yang mengirimkan sampel urin para atlet ke Laboratorium Anti Doping di New Delhi India, RW positif mengkonsumsi obat yang mengandung doping jenis clenbuterol, mesterolone, metanole dan prostanolone. “Bersama 11 atlet lainnya, dia (RW) positif menggunakan doping. Hal ini tentu mencoreng sportivitas,” tuturnya.

Karena itu sesegera mungkin Gusti Prabu meminta atlet tersebut mengembalikan bonus yang telah diberikan oleh Pemda DIJ sebesar Rp 75 juta sekaligus mengembalikan medali yang diraih kepada PB PON. Tak hanya itu, Gusti Prabu yang terlihat sangat kecewa dengan kasus tersebut juga meminta kepada Badan Arbitrase Olahraga Indonesia( BAORI) DIJ untuk menjatuhkan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan atlet tersebut. “Kami meminta BAORI segera memroses dan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang ada,” imbuhnya.

Ketua Umum Pengda Persatuan Angkat Berat, Binaraga dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) DIJ Cahyo Alkantana mengaku telah mengetahui kasus yang menimpa atlet binaanya itu. Ia juga mengatakan bahwa tiga hari sebelum tampil di PON Jabar, RW memang mengeluh sakit lambung. Untuk meredakan sakit lambung tersebut, RW mengkonsumsi obat Ranitidin. “Dia memang biasa mengonsumsi itu jika kambuh sakit lambungnya. Dengan adanya kasus ini, kami meminta maaf kepada masyarakat DIJ khususnya,” tuturnya. (riz/din/ong)