RADARJOGJA.CO.IDBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mempunyai misi membangun kembali pemukiman penduduk yang rusak akibat bencana di tahun ini. Kini, belasan rumah roboh sudah diperbaiki. Semua terlaksana dengan baik, karena semangat gotong-royong masyarakat.

BPBD memiliki program kegiatan pada kedaruratan dan logistik. Semua program berjalan lancar dan berhasil membangun kembali rumah penduduk yang ambruk maupun jalan padukuhan yang putus akibat longsor.

“Memanfaatkan kearifan lokal kegotongroyongan masyarakat Gunungkidul, belasan korban bencana katagori berat mampu teratasi,” ungkap Kasi Kedaruratan BPBD Gunungkidul Sutaryono, Kamis (29/12).

Ia meneruskan, BPBD memberikan bantuan stimulan berupa bahan bangunan dan material pada kegiatan kedaruratan, sehingga rumah rusak bisa dibangun lagi. Tidak terkecuali jalan rusak akibat longsor dan banjir sekarang bisa digunakan lagi.

“Kami memberi apresiasi pada masyarakat karena masih menjaga semangat gotong royong,” katanya.

Menurut Sutaryono, dari berbagai kejadian bencana tahun ini, ada 14 korban bencana katagori berat. Perinciannya, 12 korban rumah ambruk akibat angin kencang ataupun diterjang longsor dan 2 korban tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo mengatakan, anggaran kedaruratan yang digelontorkan membantu korban bencana hanya Rp 100 juta. Meski dana kecil, semua bisa diatasi berkat kerja sama warga dan pihak desa. “Mungkin tidak bisa ditemui di daerah lain,” kata Budhi.

Data BPBD, dari berbagai kejadian bencana tahun ini, ada 14 korban bencana katagori berat, dengan perincian 12 korban rumah ambruk akibat angin kencang ataupun diterjang longsor. Jumlah kerusakan tersebut sudah diperbaiki.

Wilayah tersebut meliputi, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Desa Ngawis Kecamatan Karangmojo, Desa Balong Kecamatan Girisubo, wilayah Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari. Kemudian Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen, Desa Ngunut, Kecamatan Playen, Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen dan Desa Ngoro-oro, Kecamatan Patuk.(gun/hes)