RADARJOGJA.CO.IDOrgan intim kewanitaan rentan terkena bakteri karena kondisi yang lembab. Salah satunya adalah Bacterial Vaginosis (BV), infeksi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri pada organ intim wanita yang umumnya menimpa wanita usia subur.

Tidak banyak yang mengetahui mengenai penyebab BV selain pertumbuhan bakteri jahat yang berlebihan di organ kewanitaan. Dilansir Boldsky, Kamis (29/12), penyakit ini disebabkan karena ketidakseimbangan bakteri dalam organ intim yang mengganggu keseimbangan tingkat keasaman (pH) di dalam organ intim.

BV adalah infeksi yang disebabkan oleh peningkatan bakteri jahat yang menyebabkan bau amis dan bau busuk. Hal ini biasanya disertai dengan berbau, rasa terbakar, gatal dan nyeri. Ini juga bisa mengakibatkan infeksi pada kandung kemih, uretra dan kulit dekat dengan wilayah seputar organ intim.

Setiap wanita bisa didekati vaginosis bakteri. Sebelumnya dikatakan, bakteri itu timbul karena penyakit menular seksual tetapi ternyata seseorang yang belum pernah berhubungan intim juga bisa tertular bakteri ini.

Oleh karena itu, penyebabnya belum diketahui. Hal ini bukanlah penyakit menular seksual. Ketakutan menggunakan toilet pribadi, kolam renang dan tempat tidur tidak akan menyebabkan penularan bakteri ini.

Namun, diyakini bahwa hal itu dapat disebabkan oleh penggunaan sabun kewanitaan, pola makan yang buruk, dan merokok. Beberapa wanita menderita bakteri vaginosis bahkan tidak menyadari hal itu.

Gejala awal berhati-hati ketika ada gatal pada organ intim dan nyeri saat buang air kecil. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda memiliki vaginosis bakteri adalah pergi ke doktr untuk diperiksa.

Vaginosis bakteri dapat diobati secara alami dengan minyak kelapa karena memiliki sifat anti-bakteri. Caranya oleskan di area organ intim. Tetapi jika ini membantu, biasanya diobati dengan antibiotik. (cr1/JPG/ong)